Jakarta - Tiga orang preman viral melakukan pemalakan terhadap tukang bubur di area Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polda Metro Jaya menegaskan pihaknya tak bakal memberi ruang terhadap pelaku premanisme.
"Artinya, Polda Metro Jaya tidak bakal memberi ruang ya dalam aksi-aksi premanisme mengenai tentang matel (mata elang/debt collector), mengenai pemalakan terhadap para pedagang UMKM alias masyarakat lainnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Lebih lanjut Budi Hermanto menyampaikan pihaknya melalui jejeran Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya dan polres jejeran bakal terus melakukan upaya penindakan terhadap pelaku premanisme.
"Kami bakal meminta jejeran Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Reskrim jejeran untuk melakukan penindakan terhadap orang-orang nan melakukan upaya-upaya baik pelanggaran pidana terhadap para pedagang-pedagang kecil," jelasnya.
Peristiwa viral itu terjadi pada Kamis (9/4) sekitar pukul 23.40 WIB. Dalam video nan beredar, pelaku terlihat memecahkan mangkuk pedagang bubur nan berdagang di Jalan Taman Kebon Sirih, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakpus.
Dinarasikan bahwa pelaku meminta duit Rp 100 ribu kepada pedagang tersebut. Pedagang hanya pasrah saat mangkuk-mangkuknya dipecahkan.
"Pecahin. Gue bayar tapi tanggal 1. Pecahin nggak apa-apa, terserah elu," ujar pedagang tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan petugas langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat. Dari hasil penyelidikan dan koordinasi dengan pengurus wilayah, tiga pelaku diamankan.
"Ketiga pelaku sudah kami amankan. Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Reynold, dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).
Tiga orang ditangkap setelah pemerasan tersebut. Ketiga pelaku adalah TDT (26), DA (36), dan OP (36).
Minta Paksa 'Jatah Keamanan'
Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, mengatakan pelaku memalak korban Rp 300 ribu dengan dalih duit keamanan. Pelaku juga menakut-nakuti bakal menusuk korban andaikan permintaannya tidak dipenuhi.
"Pelapor sedang jual beli bubur di TKP datang 3 (tiga) orang pelaku meminta duit jatah keamanan sebesar Rp 300 ribu sambil menakut-nakuti bakal menusuk andaikan tidak diberikan," ujar Dhimas.
Pelaku juga disebut melakukan tindakan pemerasan kepada warung kopi di Jalan Fachrudin, Jakarta Pusat. Polisi menyita sejumlah peralatan bukti termasuk senjata tajam dari tangan pelaku.
(wnv/mea)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·