Pelni Buka Opsi Leasing Kapal untuk Perkuat Armada

Sedang Trending 21 jam yang lalu
Pelni Buka Opsi Leasing Kapal untuk Perkuat Armada ilustrasi(MI/Insi Nantika Jelita)

PT Pelayaran Nasional Indonesia alias Pelni (Persero) membuka opsi penggunaan skema leasing kapal sebagai salah satu upaya memperkuat armada dan memenuhi kebutuhan pikulan penumpang. Langkah tersebut dipertimbangkan seiring tingginya kebutuhan kapal pada sejumlah rute, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

Direktur Utama Pelni Budi Setyawan Wijaya mengatakan, kebutuhan kapal pada sejumlah ruas pelayaran cukup tinggi, sementara proses pengadaan kapal baru memerlukan waktu nan relatif panjang. Kondisi itu membikin perseroan perlu mencari pengganti agar kebutuhan armada dapat dipenuhi lebih cepat.

"Kebutuhan penumpang terhadap pikulan kapal sangat besar di ruas-ruas tertentu. Karena itu, kapal kudu segera tersedia," ujar Budi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Rabu (2/9).

Salah satu opsi nan tengah dijajaki Pelni adalah penggunaan skema leasing dari sejumlah penyedia kapal internasional. Menurut Budi, skema tersebut telah digunakan di sejumlah negara Eropa sehingga dapat menjadi pengganti bagi Pelni untuk memperoleh kapal tanpa kudu sepenuhnya mengandalkan pembangunan alias pembelian kapal baru.

"Kita bakal jajaki leasing dari beberapa provider internasional. Di Eropa, skema leasing untuk kapal memang sudah ada," katanya.

Budi mengatakan pembangunan kapal baru tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Sementara itu, pembelian kapal nan sudah tersedia di pasar juga belum tentu sesuai dengan kebutuhan Pelni, baik dari sisi spesifikasi maupun usia kapal.

Ia mencontohkan, Pelni sebelumnya menemukan kapal dari dalam negeri nan dinilai sesuai dengan kebutuhan operasional. Namun, setelah dilakukan pengecekan, kapal tersebut telah berumur sekitar 26 tahun sehingga tidak dapat langsung digunakan.

"Jujur, kita bangun kapal itu butuh waktu lama. Kita beli kapal belum tentu kapalnya ada alias cocok," kata Budi.

Karena itu, Pelni bakal lebih garang mencari kesempatan kerja sama dengan pemilik maupun penyedia kapal, termasuk dari pasar internasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan armada nan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional perseroan.

"Kita bakal lebih garang gimana bisa deal dengan internasional," tuturnya.

Di sisi lain, kebutuhan armada Pelni juga dipengaruhi oleh kondisi sejumlah kapal nan sudah berumur tua. Budi mengatakan dari sekitar 26 kapal nan dioperasikan perseroan, sebanyak 18 kapal telah berumur lebih dari 30 tahun. Bahkan, 12 kapal di antaranya telah berumur di atas 35 tahun.

Menurut Budi, kapal-kapal nan telah berumur tua perlu diganti secara berjenjang untuk menjaga keberlangsungan jasa transportasi laut nasional. Setelah proses regenerasi armada dilakukan, Pelni juga berencana menambah jumlah kapal untuk memenuhi kebutuhan pada rute-rute dengan permintaan penumpang nan tinggi.

Saat ini, Pelni tengah menjalankan proses pengadaan tiga kapal penumpang baru untuk menggantikan kapal-kapal nan telah berumur tua. Pengadaan tersebut didukung penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp4 triliun dan biaya internal Pelni sebesar Rp500 miliar.

Kapal pertama bakal menggantikan KM Umsini nan telah berumur 41 tahun. Kapal kedua bakal menggantikan menggantikan KM Lawit nan telah berumur 40 tahun dan kapal ketiga bakal menggantikan KM Tidar nan telah berumur 38 tahun.

Budi menegaskan proses regenerasi armada memerlukan waktu nan tidak singkat. Karena itu, opsi leasing dapat menjadi salah satu jalan untuk menjembatani kebutuhan armada selama proses pengadaan dan pembangunan kapal baru berlangsung.

Selain itu, Pelni bakal membuka info mengenai kebutuhan kapal secara lebih transparan. Daftar kebutuhan tersebut bakal dipublikasikan melalui situs resmi perusahaan sehingga pemilik kapal dapat mengetahui jenis kapal dan spesifikasi nan dibutuhkan.

"List kebutuhan kapal kita bakal dipublikasikan. Dengan begitu, pemilik kapal bisa lebih garang menawarkan kapalnya dan kami juga punya lebih banyak pilihan," ujarnya.

Budi menekankan pemenuhan armada tidak semata-mata didasarkan pada pilihan kapal dari dalam alias luar negeri. Fokus utama perseroan adalah memastikan masyarakat mendapatkan jasa pikulan laut nan layak dan sesuai dengan standar pelayanan nan ditetapkan.

"Kita mau memberikan nan terbaik. Standar pelayanan nan betul seperti apa, kita tahu. Jadi masalahnya bukan dalam negeri alias luar negeri," katanya.

Dari sisi pelayanan, Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Nuraini Dessy Winiastuty mengatakan proses revitalisasi kapal tetap belum mencakup seluruh armada. Saat ini tetap terdapat empat kapal nan belum direvitalisasi, termasuk KM Tidar nan berumur 38 tahun.

"Masih ada empat kapal nan belum kita revitalisasi, termasuk KM Tidar. Ke depan, harapannya penumpang semakin puas dengan jasa di atas kapal," kata Dessy.

Menurut Dessy, peningkatan kualitas jasa menjadi bagian krusial dari proses revitalisasi kapal. Pelni berupaya memastikan kebutuhan dasar penumpang, mulai dari makanan, kebersihan toilet, kenyamanan tempat tidur, hingga hubungan internet dapat terpenuhi dengan baik. Perseroan juga terus mengembangkan akomodasi intermezo di atas kapal dan meningkatkan kualitas jasa secara menyeluruh.

Untuk kapal nan sudah tua tetapi tetap dinilai layak beroperasi, Pelni membuka kemungkinan mengalihkannya ke rute-rute nan lebih pendek. Dengan begitu, kapabilitas armada tetap dapat dimanfaatkan sembari proses peremajaan dan pengadaan kapal baru berjalan.

Di luar penguatan armada, Pelni juga memperkuat jasa pikulan multimoda untuk memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan setelah tiba di pelabuhan. Perseroan telah bekerja sama dengan Damri di sejumlah pelabuhan, termasuk Belawan, serta menjajaki kerja sama serupa di Benoa dan Surabaya.

Pelni juga meningkatkan pemanfaatan aplikasi PELNI Mobile untuk memperoleh masukan langsung dari penumpang. Melalui fitur ulasan dan penilaian, pengalaman penumpang setelah menggunakan jasa dapat menjadi bahan pertimbangan perseroan untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia