Seorang pelajar di Surabaya berjulukan Gionaldo (16) meninggal bumi diduga akibat dibacok oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Sumatera, Kecamatan Gubeng, Surabaya, pada Rabu (17/6) malam. Ia diduga terkena sabetan celurit saat berupaya melerai pertikaian dalam konvoi suporter klub sepak bola.
Korban sempat menjalani perawatan di RS Ubaya Surabaya usai dibacok sebelum akhirnya meninggal bumi pada Kamis (18/6) awal hari.
Pantauan kumparan, Kamis (18/6), tetap terdapat bercak darah korban di aspal jalan, tepatnya di depan Kateko Surabaya.
Pihak kepolisian telah mendatangi letak kejadian pembacokan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Tadi pagi (polisi) sudah ada (mengecek lokasi) 4 kali. Inafis jam 6, terus Inafis pulang gak lama reserse nya nan datang. Kata nan jaga malam, hanya keliatan banyak orang, pas pembacokan tidak terlihat sama sekali," kata salah satu sekuriti di sekitar lokasi, Kamis (18/6).
Sementara itu, kakak korban, Sonya Cantika, mengatakan awalnya korban pergi berbareng kakak ketiganya berinisial D untuk mengikuti seremoni ulang tahun klub sepak bola.
Mereka melintas di Jalan Sumatera dan memandang adanya pertikaian. Kemudian, korban beriktikad membantu seseorang nan jatuh dari sepeda motor di tengah keributan tersebut. Namun, korban justru menjadi sasaran pembacokan oleh seseorang nan tidak dikenal.
"(Detailnya) kurang tahu, hanya katanya ada nan bikin onar, terus jatuh nan bikin onar. Kemudian adik saya maunya itu melerai, membela, tapi malah nan bikin onar itu, malah bawa senjata tajam, terus adik saya iya (kena sasaran)," ujar Sonya.
Sonya belum mengetahui pasti luka nan dialami adiknya. Usai peristiwa pembacokan, korban langsung dibawa ke RS Ubaya, namun nyawanya tidak tertolong.
Pihak family kemudian membawa korban ke RS Bhayangkara Surabaya untuk menjalani proses visum.
"Sempat dirawat RS Ubaya. Saya kurang tahu, lukanya kayaknya di tangannya, lantaran mungkin keluar banyak darah," ucapnya.
Selain adiknya, kata Sonya, kawan korban berinisial B juga mengalami luka bacok di bagian punggung.
"Temannya adik saya, namanya inisial B juga kritis katanya. Iya (luka bagian punggung)," katanya.
Ia berambisi peristiwa nan merenggut nyawa adiknya segera ditangani oleh pihak kepolisian.
"Saya enggak tahu, pokoknya saya pasrahkan ke polisi pasti. Dan iya (dihukum setimpal)," ujarnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan pihaknya sekarang tengah menyelidiki peristiwa pembacokan tersebut.
"Masih lidik, minta doanya secepatnya kami bakal ungkap dan tangkap pelakunya," kata Edy.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·