Pelabuhan Mesir Dihantam Server Drone, Menlu Iran Buka Suara dan Imbau Kewaspadaan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pelabuhan Mesir Dihantam Server Drone, Menlu Iran Buka Suara dan Imbau Kewaspadaan Insiden serangan drone menghantam pelabuhan Damietta di Mesir. Menlu Iran sebut Mesir mitra penting, sementara pengamat nilai kejadian sebagai sinyal konflik.(Media Sosial)

MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut Mesir sebagai "teman dan mitra penting" pada Kamis, setelah sebuah pelabuhan di negara tersebut dihantam serangan drone pada Rabu. Insiden ini terjadi di tengah bentrok antara Amerika Serikat dan Iran nan kian meluas serta menyeret lebih banyak negara.

Otoritas Mesir menyatakan bahwa kebakaran nan melanda dua kapal di Pelabuhan Damietta pada Rabu disebabkan oleh drone. Hingga saat ini, belum ada pihak nan menyatakan tanggung jawab secara langsung atas kejadian tersebut, dan tidak ada korban luka mau  pun meninggal bumi nan dilaporkan.

Jika dikonfirmasi sebagai serangan sengaja, peristiwa ini menandai pertama kalinya Mesir terseret secara langsung ke dalam bentrok regional nan kian memanas.

Menanggapi kejadian tersebut, Araghchi menyampaikan pernyataannya melalui media sosial X tanpa menyebut secara langsung kejadian ledakan pada Rabu.

"Mesir adalah kawan dan mitra krusial di area ini, dan keamanannya adalah perihal nan sangat krusial bagi kami," tulis Araghchi.

Ia juga mengimbau agar semua pihak tetap waspada terhadap apa nan dia sebut sebagai "operasi bendera tiruan (false-flag operations) nan dirancang untuk merusak perdamaian regional."

Analisis Pakar dan Kronologi Serangan

Serangan drone tersebut terjadi saat proses bongkar muat kargo berjalan di sebuah terminal gas alam cair (LNG). Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, mengindikasikan bahwa akomodasi penyimpanan LNG terapung berbendera Kepulauan Marshall milik AS menjadi sasaran. Beberapa sumber industri mengidentifikasi kapal tersebut sebagai Energos Winter dan menyebut dugaan serangan drone menyebabkan kebakaran nan merambat ke kapal kedua.

H.A. Hellyer, senior associate fellow di Royal United Services Institute (RUSI), menilai serangan drone di pelabuhan Mesir ini dapat menjadi peringatan dari Iran bahwa konfliknya dengan AS bisa meluas jauh melampaui arena perang saat ini. Hellyer menduga serangan tersebut mungkin berasal dari salah satu milisi proksi Tehran, bukan dari Iran secara langsung.

"Ini bakal mewakili upaya pihak Iran untuk mengirimkan pesan bahwa 'kami memang mempunyai keahlian untuk menjangkau jauh melampaui pemisah wilayah kami'," ujar Hellyer. Ia menambahkan bahwa Tehran kemungkinan mau menunjukkan kemampuannya menggunakan sekutu lain dalam "poros perlawanan" untuk memperluas konflik.

Insiden ini menjadi momen pertama Kairo terseret langsung ke dalam bentrok regional, meskipun Mesir sempat menjadi salah satu saluran diplomatik dalam upaya mediasi sebelumnya. Selama perang berlangsung, Mesir mengecam serangan Iran ke negara-negara Teluk, sekaligus mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan perang.

Meski demikian, Hellyer menilai Mesir mini kemungkinan bakal melakukan tindakan jawaban lantaran Kairo sangat konservatif dalam melakukan tindakan ofensif.

Hubungan diplomatik Iran dan Mesir sendiri sempat terputus pasca-Revolusi Iran 1979. Namun, komunikasi antara menteri luar negeri kedua negara kembali intensif selama perang AS-Israel melawan Iran berlangsung. (CNN/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia