Peduli Palestina, KPIPA Luncurkan Al-Aqsa Memanggil Perempuan Jawa Barat

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Peduli Palestina, KPIPA Luncurkan Al-Aqsa Memanggil Perempuan Jawa Barat Sejumlah tokoh wanita Islam berbincang saat peresmian pendirian Al-Aqsa Memanggil Perempuan Jawa Barat (ALMA), di Kota Bandung.(ISTIMEWA)

NILAI perjuangan Islam untuk Palestina kembali dikumandangkan di Bandung. Kali ini, oleh Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsha (KPIPA).

Organisasi wanita ini meresmikan pendirian Al-Aqsa Memanggil Perempuan Jawa Barat (ALMA), pada Ahad (9/8) di Bandung.

Kegiatan bertema “Merdeka Indonesia, Merdekakan Palestina” dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, personil parlemen, perwakilan ormas perempuan, dan tokoh masyarakat.

Menurut penyelenggara, peluncuran ini bermaksud untuk menguatkan peran wanita Jawa Barat dalam kepedulian terhadap Masjid Al-Aqsha sebagai pusat perjuangan kemanusiaan.

Ketua KPIPA, Nurjanah Hulwani, mengungkapkan bahwa KPIPA berupaya membujuk sebanyak mungkin masyarakat untuk peduli dan membantu perjuangan kemerdekaan Palestina. Di antaranya, dengan membentuk komunitas-komunitas peduli Palestina nan bergerak melalui program edukasi, donasi, kampanye, dan lain-lain.

"ALMA adalah milik masyarakat Jawa Barat. Semua boleh bergabung. Kita berharap, KPIPA menjadi rumah besar wanita Indonesia nan sama-sama bergerak untuk menghentikan kejahatan kolonialis di Palestina," ungkapnya.

Dia juga mengingatkan bahwa tanggungjawab membantu Palestina sama dengan tanggungjawab melaksanakan salat dan perbuatan baik lainnya.

"Saat ini 85% wilayah Palestina sudah dikuasai oleh penjajah. Mereka mengusir, menyerang, lampau menempati tanah masyarakat Palestina nan kemudian terpaksa mengungsi di tenda-tenda dengan akomodasi nan tidak manusiawi. Sementara itu, penjaga Masjid Al-Aqsha mengalami beragam siksaan nan keji, mulai dari penangkapan hingga pelecehan seksual," ungkap Nurjanah.

Karena itu, dia berambisi melalui pendirian ALMA, bakal semakin banyak masyarakat nan mendukung, menguatkan, dan membujuk jaringannya untuk membantu masyarakat Palestina memperjuangkan kemerdekaan.


EDUKASI TENTANG PALESTINA

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Jawa Barat nan diwakili Utami Puspitasari menyampaikan kesedihan mendalam terhadap siksaan nan dialami wanita dan anak Palestina. Karenanya, pihaknya sangat mengapresiasi apa nan dilakukan KPIPA.

"Perempuan dapat menyampaikan edukasi tentang Palestina di lingkungan sekitar serta menjadi penggerak di lingkungan sosial dan keluarga. Kepedulian terhadap Masjid Al-Aqsa dan Palestina bukan hanya masalah geografis, tetapi nilai-nilai universal seperti kemanusiaan, perdamaian, dan solidaritas. DP3AKB Jawa Barat terus mendorong wanita untuk menjadi penggerak, baik dalam pembangunan maupun kemanusiaan," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah, mengungkapkan jika Jawa Barat mempunyai potensi perjuangan nan luar biasa.

"Sebanyak 48% dari 51,8 juta masyarakat Jabar adalah perempuan, dan ada 12,3 juta family nan kudu diedukasi bahwa perjuangan Palestina adalah tanggungjawab kita semua," tuturnya.

Di sisi lain, Ketua ALMA, Nunuk Mas'ulah, menjelaskan kenapa ALMA kudu ada di Jawa Barat.

"Kami mau mengisi salah satu celah nan mungkin tetap terabaikan, ialah edukasi. Tidak semua masyarakat memahami bahwa memperjuangkan kemerdekaan Palestina adalah fardu ain, ialah tanggungjawab kemanusiaan bagi seluruh dunia. Ke depan, ALMA mau bekerja-sama dengan wakil rakyat, para pemangku jabatan, lembaga kepalestinaan, majelis taklim, ormas, dan lain-lain," tandasnya.

Dalam aktivitas itu juga digelar sarasehan nan menampilkan narasumber Dr Maemon Herawati dan Nurjanah Hulwani, M.E., dan dimoderatori oleh Yuria Prathiwi Cleopatra, M.Si.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia