Pedas! Jurnalis Belanda Sebut Langkah Mees Hilgers dan Dean James Bela Timnas Indonesia sebagai Keputusan Bodoh

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Pedas! Jurnalis Belanda Sebut Langkah Mees Hilgers dan Dean James Bela Timnas Indonesia sebagai Keputusan Bodoh

Pemain Timnas Indonesia, Mees Hilgers. (Foto: Instagram/meeshilgerss)

AMSTERDAM – Gelombang naturalisasi pemain keturunan Timnas Indonesia nan gencar dilakukan PSSI sekarang mendapat sorotan tajam dari media Belanda. Jurnalis RTV Oost, Tijmen van Wissing, melontarkan kritik pedas terhadap keputusan para pemain seperti Mees Hilgers, Dean James, hingga Tim Geypens nan memilih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Menurut Van Wissing, para pemain dan pemasok mereka tidak mempertimbangkan akibat jangka panjang dengan matang. Kritik ini muncul menyusul adanya investigasi dari Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) mengenai status izin kerja para pemain nan sekarang menyandang paspor non-Uni Eropa.

Akibatnya, sejumlah nama seperti Justin Hubner (Fortuna Sittard), Dean James (Go Ahead Eagles), Tim Geypens (FC Emmen), dan Nathan Tjoe-A-On (Willem II) dilaporkan dilarang tampil sementara hingga manajemen mereka tuntas.

1. Kritik Pedas

Tijmen van Wissing menilai para pemain muda ini terlalu gegabah dalam mengambil keputusan. Ia menyoroti hilangnya paspor Belanda sebagai akibat besar nan seringkali diabaikan.

Dalam sebuah obrolan di De Oosttribune, Van Wissing menyatakan keheranannya kenapa masalah administratif ini baru mencuat sekarang.

"Saya pikir itu jauh lebih tolol dari para pemain dan pemasok mereka semestinya memikirkannya dengan matang jangan terburu-buru. Tom Knipping dari Voetbal International menulis tulisan nan sangat bagus tentang itu di Indonesia, aturannya menyatakan bahwa jika Anda memperoleh kebangsaan tersebut, Anda bakal kehilangan paspor Belanda Anda," tegas Van Wissing, dikutip dari De Oosttribune, Minggu (5/4/2026).

Dean James Dean James

Van Wissing apalagi menggunakan diksi nan cukup keras terhadap pemain muda FC Emmen, Tim Geypens, nan dianggapnya menjadi korban"dari masifnya aktivitas naturalisasi.

"Geypens semestinya tidak tertipu oleh kampanye Indonesia itu. Memang bagus mereka terbang ke sana, tetapi itu hanya berujung pada kesengsaraan," tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com