Jakarta, CNBC Indonesia - Pedagang warteg di area Senen, Jakarta Pusat mengeluhkan jumlah pembeli makin berkurang saat libur panjang Idul Adha 1447 H alias 2026. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di area Senen, Jakarta Pusat, tampak beberapa warteg sepi dan hanya beberapa pembeli nan datang maupun memesan untuk dibawa pulang.
Beberapa pedagang mengeluhkan libur panjang sejak Rabu lampau hingga Senin mendatang, membikin pembeli nan biasanya membeli makanan di warteg pun berkurang.
Salah satunya ialah Amirah, di mana pelanggannya merupakan mahasiswa nan menetap sementara di sekitar wilayah Senen. Tak hanya itu saja, pelanggannya juga berasal dari pekerja kantoran.
Namun pada Sabtu (30/5/2026), banyak pekerja kantoran nan libur, sehingga pembelian berkurang. Begitu juga para mahasiswa, juga berkurang.
"Biasanya pengguna di sini ya pekerja sekitar sini, wilayah Senen dan Kramat gitu, hanya mungkin lantaran hari kejepit ya, jadi pada ambil cuti, jadi sepi. Juga mahasiswa nan biasa beli di sini lagi enggak ada, mungkin pada pulang kampung ya," kata Amirah saat ditemui CNBC Indonesia.
Kondisi Warteg di Kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi) Foto: Kondisi Warteg di Kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi)
Hal ini membikin penjualannya makin menurun, di mana sebelum adanya libur panjang, jumlah pembeli juga sudah mulai menurun pengaruh dari kenaikan nilai bahan makanan.
"Sebelum libur saja jumlah pembeli berkurang, ini ada libur panjang, jadi makin sedih saya, lauk-lauk jadi tetap banyak sampai sore," terangnya.
Amirah mengungkapkan, omzet keseluruhan penjualan warteg, sudah turun hingga 40%. Namun saat libur panjang, ditambah adanya kebijakan WFH bagi ASN, membikin omzetnya makin turun 10%.
"Hari biasa aja sudah turun 40%, apalagi ini libur panjang, nyaris enggak ada pemasukan, nyaris ya, kemudian lauk jadi lama habisnya, mana harga-harga seperti minyak goreng sama cabe makin mahal," ujarnya.
Ungkapan berbeda diutarakan oleh Kusuma, pedagang warteg lainnya mengaku libur panjang tetap tidak terlalu sepi, lantaran posisinya nan cukup dekat dari jalan raya.
"Alhamdulillah, nan beli tetap ada kok, ya walaupun dibanding hari kerja memang agak turun, tetap kebantu dari ojek online," kata Kusuma.
Meski begitu, omzet keseluruhan memang sedang turun akibat kenaikan nilai bahan makanan, nan berkapak ke daya beli masyarakat.
"Omzet turun 30%, pembeli turun, tapi nilai bahan makanan makin mahal, sekarang nan makan langsung di sini termasuknya sudah berkurang," terang Kusuma.
(chd/wur)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·