Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung, Iwan Suhermawan.(MI/BAYU ANGGORO)
RENCANA Pemerintah Pusat mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara disambut sukacita oleh para pelaku upaya di Kota Bandung. Salah satu nan paling antusias adalah para pedagang di pusat perbelanjaan legendaris, Pasar Baru Trade Center.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung, Iwan Suhermawan, menyebut reaktivasi bandara di tengah kota ini merupakan jawaban atas angan para pedagang nan selama ini terpukul akibat pengalihan penerbangan ke Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Kabupaten Majalengka.
"Ketika Bandara Husein bakal direaktivasi kembali sesuai dengan perintah Presiden Prabowo, ini buletin sangat menggembirakan. Khususnya untuk para pedagang nan ada di Pasar Baru, ini adalah jawaban angan kami nan terwujud," ungkapnya di Bandung, Rabu (10/6).
Menurut dia, keberadaan akses penerbangan langsung ke jantung Kota Bandung sangat vital bagi geliat upaya Pasar Baru. Karakteristik pembeli di pusat grosir tersebut kebanyakan berasal dari luar wilayah dan mancanegara.
Pembeli lokal dari Bandung Raya tercatat hanya sekitar 20%, sedangkan 80% sisanya mengandalkan pembeli dari luar pulau hingga luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
Sebelum operasional jet komersial ditiadakan di Husein Sastranegara pada akhir 2023, Pasar Baru bisa menarik kehadiran hingga 100 visitor mancanegara per hari pada hari biasa, dan melonjak hingga lebih dari 500 orang saat akhir pekan.
Dari sektor domestik, pedagang sangat diuntungkan dengan banyaknya pembeli dari Makassar, Pontianak, Padang, Bali, hingga Papua.
"Mereka dulu itu sangat terbantu dengan adanya penerbangan langsung ke Husein. Sekarang, visitor Malaysia nan datang tidak sebanyak dulu lantaran tersendat jaringan transportasi. Mereka kudu terbang ke Halim dulu, naik kereta sigap Whoosh, baru naik feeder ke Stasiun Bandung. Alur nan panjang ini membikin potensi pemasukan dari pembeli wilayah malah lari ke Jakarta alias Tangerang," kata Iwan.
Perbaiki sistem
Menyambut kepastian reaktivasi rute domestik dan internasional di Husein Sastranegara, menurut dia, para pedagang sudah bersiap diri. Pihaknya saat ini tengah bersiap diri dan terus berkoordinasi dengan pengelola gedung guna menyambut lonjakan kunjungan.
"Kita ada persiapan khusus. Kami sudah berkomunikasi dengan pihak pengelola Pasar Baru untuk memperbaiki sistem menjadi lebih baik, terutama untuk kenyamanan pengunjung. Infrastruktur di dalam pasar juga kudu betul-betul optimal agar visitor merasa nyaman dan aman," katanya.
Langkah internal tersebut, lanjut Iwan, diselaraskan dengan komitmen Pemerintah Kota Bandung. Pihaknya mengapresiasi pernyataan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan nan berjanji bakal segera membenahi prasarana untuk mengantisipasi gelombang visitor pascabandara kembali beroperasi.
Sebagai kota nan tidak mempunyai kekayaan alam seperti perkebunan, sawah, maupun laut, Kota Bandung murni mengandalkan sektor jasa perdagangan dan pariwisata. Pembukaan kembali Bandara Husein Sastranegara diyakini bakal menjadi pendongkrak dalam mempercepat pemulihan ekonomi daerah.
Lebih lanjut Iwan menjelaskan, berasas komunikasi terakhirnya dengan pihak operator airport PT Angkasa Pura, dia optimistis rute-rute gendut nan sempat meninggal bakal kembali menggeliat dalam waktu dekat.
"Dulu sebelum 2019, kunjungan visitor ke Bandung bisa tembus 5 juta per tahun, dan 30% pintu masuknya lewat Husein. Kami berterima kasih kepada pemerintah pusat dan wilayah nan sekarang mulai berpihak pada kebutuhan nyata masyarakat Kota Bandung," tandasnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·