Presiden Prabowo Subianto(MGN)
PRESIDEN Prabowo Subianto menyoroti peringatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai potensi krisis pangan bumi nan diperkirakan terjadi tahun ini. Di tengah kekhawatiran dunia tersebut, Kepala Negara menilai Indonesia berada dalam posisi nan lebih kuat lantaran telah mencapai swasembada pangan.
Saat berpidato salam Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI di Lampung, Rabu (10/6), Prabowo mengingatkan, pangan merupakan fondasi utama keberlangsungan sebuah negara. Karena itu, ketahanan pangan kudu menjadi prioritas nan tidak boleh dianggap remeh.
"Kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada pangan. Jangan kau anggap pangan itu tidak penting. Tanpa pangan, tidak ada republik manapun di bumi ini. Tidak ada negara tanpa pangan," kata Prabowo.
Menurut Presiden, kondisi bumi saat ini sedang menghadapi tekanan nan tidak ringan. Sejumlah negara mulai mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya, apalagi muncul kekhawatiran bakal terjadinya kelaparan dalam skala besar.
"Banyak negara sekarang dalam keadaan panik. Mereka susah cari makan. PBB sudah warning, tahun ini bakal ada kelaparan besar-besaran. Kita alhamdulillah kuat. Ini tidak bisa kita tutup mata," ujarnya.
Prabowo menilai capaian swasembada pangan menjadi modal krusial bagi Indonesia untuk menghadapi ketidakpastian global. Ketahanan pangan, menurutnya, bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut stabilitas dan kedaulatan negara.
Setelah memperkuat sektor pangan, pemerintah sekarang mengarahkan konsentrasi pada pencapaian swasembada energi. Prabowo mengatakan beragam program sedang dijalankan agar Indonesia mempunyai ketahanan daya nan lebih kokoh dalam beberapa tahun mendatang.
"Kita menuju swasembada energi. Kita sedang bekerja keras, kalkulasi kita 3 tahun lagi kita betul-betul sangat kuat di bagian energi," katanya.
Selain pangan dan energi, pemerintah juga menyiapkan langkah besar melalui program industrialisasi berbasis hilirisasi. Strategi tersebut ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional.
Prabowo menegaskan, kekayaan alam Indonesia tidak boleh terus-menerus dijual dalam corak mentah. Seluruh komoditas kudu diolah menjadi produk industri nan bisa menciptakan lapangan kerja dan memberikan faedah ekonomi lebih besar bagi masyarakat. "Dan nan paling krusial kita bakal melakukan industrialisasi industrialisasi. Kita bakal melaksanakan industrialisasi melalui hirilisasi," ujarnya.
Menurut Prabowo, agenda hilirisasi bakal membuka kesempatan besar bagi pengusaha nasional, khususnya generasi muda. Dengan berkembangnya industri pengolahan di dalam negeri, pasar Indonesia nan sangat besar diharapkan dapat dinikmati oleh pelaku upaya nasional.
"Semua komoditas kita bakal kita olah dan bakal menjadi industri-industri di Indonesia. Ini kesempatan untuk pengusaha-pengusaha muda bangkit, lantaran kita tidak mau hanya jadi pasarnya bangsa lain. Kita mau pasar Indonesia kudu dinikmati oleh putra-putri Indonesia," pungkasnya. (Mir/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·