Pasokan Gas untuk Pembangkit Listrik PLN Cukup untuk 12 Hari Operasi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) mengungkapkan pasokan gas untuk kebutuhan pembangkit listrik perseroan saat ini berada dalam kondisi kondusif dengan rata-rata persediaan selama 12 hari operasional (HOP).

Keandalan pasokan daya primer ini menjadi strategi perusahaan dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan nasional di tengah upaya transisi menuju daya domestik.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa proses pengiriman Liquefied Natural Gas (LNG) untuk pembangkit telah teragendakan rutin tanpa hambatan. Pihaknya juga mengapresiasi koordinasi dengan kementerian mengenai nan membantu memastikan kesiapan pasokan gas untuk mendukung keandalan listrik bagi masyarakat.

"HOP alias hari operasi untuk persediaan gas ini rata-rata sekitar 12 hari, artinya secara umum pengiriman LNG sudah teragendakan dan secara umum tidak ada kendala. Dengan untuk itu kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas support kementerian ESDM dalam pemenuhan gas nasional untuk kebutuhan pembangkit PLN lantaran dapat terjaga dengan baik," jelas Darmawan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Selain gas, perusahaan mencatat stok batu bara untuk pembangkit listrik per April 2026 juga terjaga pada level 15,9 hari operasi. Kondisi tersebut memperkuat daya bisa sistem kelistrikan nasional nan telah mencapai 71 Giga Watt (GW) dengan persediaan daya alias reserve margin sebesar 39%, nan dinilai sangat cukup untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

"Daya bisa neto 71 Giga Watt, reserve margin sekitar 39%, sehingga pasokan listrik nasional dalam kondisi nan andal. Dan ini sangat krusial untuk mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi dan juga kebutuhan masyarakat," paparnya.

Pihaknya tengah konsentrasi menjalankan pengarahan pemerintah untuk menggeser penggunaan daya berbasis impor menjadi daya berbasis kekuatan domestik guna mencapai swasembada energi. Salah satu prioritasnya dengan menekan penggunaan BBM pada sektor ketenagalistrikan di 741 letak Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) nan tersebar di seluruh Indonesia.

"PLN juga sudah merencanakan mengurangi konsumsi BBM di sektor ketenagalistrikan pada 741 letak pembangkit listrik tenaga diesel dengan total ada sekitar 2.139 mesin diesel. Nah tentu saja kami mempertimbangkan apakah ada piko hidro, mikro hidro nan ada di letak tersebut," ungkapnya.

Hal itu juga juga didukung dengan rencana pembangunan transmisi green enabling supergrid sepanjang 48.000 kilometer sirkuit dalam RUPTL 2025-2034. Infrastruktur tersebut dirancang untuk menyalurkan potensi daya baru terbarukan (EBT) di wilayah terpencil ke pusat-pusat permintaan listrik.

"Bagaimana mengubah daya nan berbasis pada impor dan digantikan dengan daya nan berbasis pada kekuatan domestik. Ini menjadi topik utama dalam percepatan transisi daya bukan hanya bergeser dari fosil ke renewable daya tetapi lebih krusial lagi adalah kemandirian energi, swasembada energi," tandasnya.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News