Pasien BPJS Menunggu 8 Jam di IGD, YLKI Desak Kemenkes Investigasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pasien BPJS Menunggu 8 Jam di IGD, YLKI Desak Kemenkes Investigasi Petugas melayani penduduk untuk mendaftar kepesertaan BPJS kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan(ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/Spt.)

SEKRETARIS Eksekutif Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Rio Priambodo meminta pemerintah melakukan pertimbangan jasa kesehatan setelah masalah pasien BPJS Kesehatan viral akibat menunggu 8 jam di IGD tak kunjung mendapatkan ruang rawat inap.

"Turut prihatin membaca buletin soal pasien nan menceritakan pengalamannya selama 8 jam belum mendapatkan ruangan, dan berita duka bahwa pasien tersebut akhirnya meninggal dunia," kata Rio dalam keterangannya, Rabu (5/8).

Ia menilai kejadian tersebut merupakan pukulan telak bagi pelayanan kesehatan di Indonesia. Ia menilai pemerintah perlu membentuk tim investigasi independen guna melakukan pendalaman terhadap kasus ini. 

"Apabila ditemukan dugaan malpraktik alias maladministrasi nan menyebabkan pasien meninggal dunia, maka tidak cukup hanya diberikan hukuman administratif," ujar dia.

Media sosial diramaikan dengan viralnya komentar tenaga kesehatan (nakes) dan master terhadap keluhan pasien BPJS Kesehatan tersebut. Para master dan tenaga kesehatan itu dinilai tak mempunyai empati terhadap pasien.

Pasien BPJS Kesehatan nan mengeluhkan jasa itu berjulukan Yusrizal. Ia dikabarkan telah meninggal dunia. Menanggapi itu, YLKI mengatakan para nakes perlu diberikan sanksi.

"Bagi pihak nan berkomentar jahat pada cuitan pasien, tidak cukup hanya permintaan maaf dan hukuman sosial. Tapi kudu diberikan hukuman etik jika merupakan suatu pekerjaan tenaga kesehatan," ungkap dia.

Rio menegaskan bahwa kewenangan konsumen untuk bersuara dijamin oleh Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Oleh lantaran itu,  kritik dan keluhan konsumen tidak boleh dibalas dengan intimidasi, perundungan, maupun upaya membungkam saat mereka menyampaikan pengaduannya. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia