Pascabencana, Warga Bireuen Dapat Bantuan Hunian Tetap

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Pascabencana, Warga Bireuen Dapat Bantuan Hunian Tetap Permata Bank Syariah dan DT Peduli menyerahkan biaya Huntap Bireuen Rp660 Juta untuk merehabilitasi delapan unit kediaman tetap (huntap) korban musibah di Bireuen, Aceh.(Dok. Permata Bank Syariah)

PENYALURAN support rehabilitasi prasarana berupa pendanaan delapan unit kediaman tetap (huntap) untuk korban musibah di Bireuen, Aceh, resmi dilaksanakan pada Senin (10/8). Serah terima biaya kemanusiaan senilai total Rp660 juta tersebut dilangsungkan di sela agenda kajian publik di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. 

Program pemulihan ini difokuskan pada penyediaan tempat tinggal nan layak guna mempercepat fase transisi pascabencana bagi masyarakat terdampak di wilayah sasaran.

Realisasi pendanaan prasarana bentuk tersebut merupakan hasil kerja sama antara sektor finansial dan lembaga filantropi, ialah Permata Bank Syariah serta DT Peduli. Penyerahan simbolis arsip kelengkapan support disaksikan langsung oleh tokoh ustadz KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) berbareng jemaah kajian nan hadir.

Kolaborasi kelembagaan ini dirancang untuk mengonversi biaya sosial masyarakat menjadi corak gedung fungsional nan bisa menjamin keamanan family penerima manfaat.

Group Head Sharia Business Unit Permata Bank, Muhammed Pinto, menyatakan bahwa penyediaan akomodasi kediaman tetap merupakan bentuk kepedulian korporasi pada sektor pemenuhan kebutuhan prasarana dasar masyarakat sipil. 

"Delapan unit rumah ini kami proyeksikan sebagai fondasi awal bagi penduduk Bireuen untuk dapat kembali menggerakkan aktivitas sosial dan ekonominya secara mandiri," ungkap Pinto.

Ia menambahkan, realisasi program pembiayaan ini merupakan corak komitmen perbankan dalam mendistribusikan faedah secara langsung ke wilayah sasaran.

Terkait sistem tata kelola biaya sosial, Ketua UPZDK Permata Bank Syariah, Awaludin Gumbira, menekankan pentingnya penerapan prinsip akuntabilitas manajerial secara menyeluruh. Ia memastikan setiap instrumen pendanaan publik diawasi secara terukur melalui sistem audit internal guna menjamin transparansi serta standar kepatuhan syariah.

Langkah manajerial ini diterapkan secara konsisten untuk menjaga integritas penyaluran biaya kemanusiaan agar terdistribusi jeli kepada daftar penerima faedah nan terverifikasi.

Dari perspektif pengembangan ekosistem upaya syariah, Permata Bank Syariah menilai pelibatan lintas kelembagaan sangat krusial dalam merespon kondisi darurat kebencanaan.

Kemitraan strategis nan terjalin antar lembaga dinilai bisa memperbesar skala efektivitas dari setiap program pemulihan stabilitas wilayah pascabencana di wilayah rawan. Permata Bank Syariah terus berupaya memperluas jaringan kerjasama fungsional serupa guna mengoptimalkan pemerataan pengedaran pendanaan sosial pada skala penanganan krisis tingkat nasional.

Sebagai mitra pelaksana proyek di lapangan, Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman, menyatakan kesiapan organisasinya untuk mengeksekusi tahapan bangunan gedung secara presisi.

"Kami bertanggung jawab penuh mengawal seluruh proses pembangunan bentuk huntap di Bireuen agar memenuhi kualifikasi standar kepantasan kediaman pascabencana," tutur Jajang. 

Ia menegaskan operasional teknis di lapangan bakal dipantau ketat guna memastikan penyelesaian proyek sesuai dengan rancangan waktu nan disepakati.

Integrasi manajerial antara lembaga finansial syariah dan lembaga amil amal terbukti menjadi salah satu skema krusial dalam percepatan pemulihan area pascabencana alam.

Pembangunan delapan unit kediaman di area Bireuen tersebut diharapkan menjadi stimulus langsung bagi kebangkitan kembali roda ekonomi penduduk sekitar. Fasilitas gedung ini bakal segera diserahterimakan kepada family nan terdata setelah seluruh tahap penyelesaian teknis dinyatakan rampung secara komprehensif. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia