Kabut Asap Memburuk, Pemprov Jambi Liburkan Sekolah PAUD dan TK

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Kabut asap selimuti wilayah Jambi pada Minggu (23/8/2026). Foto: kumparan

Pemerintah Provinsi Jambi memutuskan meliburkan sementara aktivitas belajar mengajar tatap muka untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Jambi akibat memburuknya kualitas udara.

Sementara kebijakan serupa di Kabupaten Muaro Jambi tetap menunggu perkembangan kualitas udara. Pemerintah bakal kembali mengevaluasi kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sebelum menentukan kebijakan pembelajaran pada Rabu mendatang.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, kebijakan tersebut tidak langsung diberlakukan di seluruh wilayah lantaran kondisi kualitas udara setiap wilayah berbeda.

“Kalau hari ini Kota Jambi, sama Muaro Jambi nan kelak kita bakal berlakukan dan nan lain kita lihat dulu berapa kualitas udara (ISPU),” ujar Al Haris, Senin (24/8).

Menurutnya, ISPU di Kota Jambi sempat berada di atas nomor 200 sehingga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan aktivitas sekolah.

“Nanti malam kita lihat. Karena Muaro Jambi itu sebagian juga ada nan para titiknya, tapi tidak semua,” katanya.

Al Haris mengatakan pemerintah tetap memantau perkembangan kualitas udara untuk menentukan apakah sekolah di wilayah lain juga perlu diliburkan.

“Apakah memang sekolah diliburkan semuanya ataukah berbeda wilayah beda perlakuan, lihat kondisi udaranya,” sebutnya.

Sejumlah petugas campuran berupaya memadamkan Karhutla di Jambi. Foto: Dok. Istimewa

ISPU Jambi dan Muaro Jambi Berubah

Pantauan melalui aplikasi ISPUnet pada Senin (24/8) pukul 21.56 WIB menunjukkan kualitas udara di Kota Jambi mengalami perubahan dibandingkan pagi hari.

ISPU parameter PM2.5 di Kota Jambi tercatat 171 alias masuk kategori tidak sehat. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pantauan pukul 09.12 WIB nan mencapai 207 alias kategori sangat tidak sehat.

Perubahan juga terjadi di Kabupaten Muaro Jambi. Pada pukul 21.56 WIB, ISPU PM2.5 tercatat 289 alias kategori sangat tidak sehat.

Angka tersebut turun dibandingkan pantauan pagi hari nan mencapai 314 alias masuk kategori berbahaya.

Meski menurun, kualitas udara di kedua wilayah tersebut tetap berada pada kategori nan perlu diwaspadai.

Sejumlah siswa-siswi di Jambi tetap berguru ditengah kabut asap pada Senin (24/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Asap Sumsel Turut Terdistribusi ke Jambi

Prakirawan BMKG Jambi M Randy Herdyansyah sebelumnya mengatakan kabut asap nan menyelimuti Kota Jambi dan wilayah Jambi bagian timur tidak hanya berasal dari kebakaran rimba dan lahan di Jambi.

Menurutnya, berasas gambaran satelit, terdapat pengedaran asap dari wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menuju Jambi.

“Saat ini asap nan terdapat di Kota Jambi dan Jambi bagian timur memang kita mendapat pengedaran asap dari Sumatera Selatan,” kata Randy kepada Metro Jambi, Minggu (23/8/2026).

Dengan pola angin dari arah tenggara hingga selatan, asap di wilayah Jambi bergerak menuju barat laut hingga utara.

Kondisi tersebut apalagi membikin sejumlah wilayah di Provinsi Riau turut menerima pengedaran asap dari Jambi.

“Kalau berasas gambaran satelit, memang sebaran asap itu tidak murni dari Provinsi Jambi. Akan tetapi provinsi tetangga juga mendistribusi asap ke wilayah kita seperti di Sumsel dan Lampung,” ujarnya.

658 Hektare Lahan Terbakar

Kabut asap nan menyelimuti sejumlah wilayah Jambi juga tidak terlepas dari tetap terjadinya kebakaran rimba dan lahan.

Berdasarkan info BPBD Provinsi Jambi, total luas lahan nan terbakar sejak 1 Januari hingga 19 Agustus 2026 mencapai 658,29 hektare.

Muaro Jambi menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar, ialah 264,78 hektare.

Selanjutnya, Sarolangun 143,61 hektare, Batanghari 95,35 hektare, Tanjung Jabung Barat 58,1 hektare, Tebo 39,26 hektare, Tanjung Jabung Timur 32,71 hektare, Bungo 14 hektare, dan Merangin 10,3 hektare.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan