Partai Netanyahu Disandingkan Wali Kota New York dengan Pemimpin Iran di Papan Iklan Kampanye

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Partai Netanyahu Disandingkan Wali Kota New York dengan Pemimpin Iran di Papan Iklan Kampanye Partai Likud memasang papan iklan kampanye nan menyandingkan Wali Kota New York Zohran Mamdani dengan pemimpin Iran dan Hezbollah.(Media Sosial X)

PARTAI Likud besutan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meluncurkan papan iklan kampanye di Tel Aviv nan memicu kontroversi. Iklan tersebut membandingkan Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, dengan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, serta Pemimpin Hezbollah Naim Qassem.

Iklan nan menampilkan logo Partai Likud itu memuat pesan rayuan kampanye:

"Mereka memohon agar Netanyahu kalah … Jangan biarkan mereka menang."

Langkah ini dilakukan Netanyahu saat mulai memasuki mode kampanye untuk mempertahankan koalisi sayap kanannya. Pemilu digelar setelah parlemen Israel (Knesset) dibubarkan pada Juli menjelang pemungutan bunyi Oktober mendatang, pemilu pertama sejak serangan nan dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023.

Perseteruan antara kedua tokoh meningkat tajam setelah Mamdani secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap operasi militer Israel di Gaza. Mamdani sebut Netanyahu sebagai "penjahat perang" dan menyatakan tempatnya nan layak adalah "di Den Haag".

Wali Kota New York itu turut mendesak otoritas Amerika Serikat untuk menjalankan surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) jika Netanyahu menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York pada September.

Netanyahu membalas tuduhan tersebut dengan menyebut Mamdani "memicu kebencian" dan mengadu domba golongan kepercayaan di kotanya. Ia juga mengkhawatirkan support politik lintas partai di AS terhadap Israel terancam oleh golongan Demokrat progresif nan sejalan dengan Mamdani. Meski demikian, jajak pendapat terbaru di AS menunjukkan Mamdani justru lebih terkenal di kalangan penduduk Yahudi Amerika dibandingkan Netanyahu.

Serangan terhadap Mamdani terjadi tak lama setelah Netanyahu menyebut Inggris sebagai "Republik Islam Britania" dalam wawancara radio militer Israel. Pernyataan nan memicu kritik tersebut dinilai memanfaatkan kiasan Islamofobia sayap kanan mengenai populasi Muslim di negara tersebut.

Di tengah posisi koalisi pemerintahannya nan tertinggal dalam jajak pendapat, Netanyahu mengunggah foto papan iklan tersebut di media sosial pada Minggu, beserta cuplikan video pernyataan Mamdani nan menyebutnya penjahat perang.

Ketegangan kedua figur publik ini mengemuka saat perundingan gencatan senjata Gaza antara AS dan Israel mengalami kebuntuan. Pertemuan tiga jam antara utusan AS, Jared Kushner, dan Netanyahu pada Senin belum membuahkan hasil lantaran Israel menolak menarik pasukannya sebelum Hamas meletakkan senjata.

Hingga kini, Mamdani belum memberikan tanggapan publik mengenai pemuatan dirinya dalam materi kampanye Pemilu Israel tersebut. (The Guardian/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia