Jadwal BIAS 2026 periode Agustus dan November.(Dok. Antara)
PEMERINTAH kembali menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 nan berjalan dalam dua periode utama, ialah Agustus dan November. Program ini bermaksud melengkapi kekebalan anak usia sekolah terhadap penyakit menular seperti campak, rubela, difteri, tetanus, serta kanker serviks melalui vaksin HPV.
Pelaksanaan BIAS tahun ini ditegaskan melalui Surat Plt. Dirjen P2P No. IM.01.01/C/4308/2026. Salah satu perubahan signifikan pada 2026 adalah dimulainya ekspansi sasaran vaksin HPV bagi anak laki-laki kelas 5 SD/sederajat secara berjenjang di wilayah pilot, ialah DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali.
Jadwal dan Sasaran BIAS 2026
Berikut adalah rincian agenda pemberian imunisasi berasas tingkatan kelas:
| Agustus 2026 | Kelas 1 SD/MI | MR (Campak-Rubela) |
| Agustus 2026 | Kelas 5 SD/MI | HPV (Perempuan & Laki-laki di wilayah pilot) |
| Agustus 2026 | Kelas 6 & 9 (Perempuan) | HPV Kejar (Bagi nan belum pernah) |
| November 2026 | Kelas 1 SD/MI | DT (Difteri Tetanus) |
| November 2026 | Kelas 2 & 5 SD/MI | Td (Tetanus diphteria) |
Ketentuan Baru Vaksin HPV
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/Menkes/35/2025, imunisasi HPV sekarang cukup diberikan dalam satu dosis bagi sasaran nan berumur di bawah 20 tahun.
Oleh lantaran itu, siswa kelas 6 tidak lagi mendapatkan dosis kedua secara rutin, melainkan hanya sebagai sasaran "imunisasi kejar" jika sebelumnya terlewat.
Catatan Penting: Vaksin HPV untuk anak laki-laki kelas 5 pada tahun 2026 baru dilaksanakan di DKI Jakarta, DIY, dan Bali. Wilayah lain bakal mengikuti sesuai tahapan ekspansi nasional berikutnya.
Layanan untuk Anak Tidak Sekolah dan Absen
Program BIAS juga menjangkau anak usia sekolah nan tidak menempuh pendidikan formal. Layanan dapat diakses melalui Puskesmas, Posyandu, panti asuhan, hingga rumah singgah.
Bagi siswa nan tidakhadir saat penyelenggaraan di sekolah, orang tua dapat berkoordinasi dengan pihak sekolah alias Puskesmas setempat untuk mendapatkan agenda imunisasi susulan.
Tanggal spesifik penyuntikan ditentukan oleh koordinasi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan sekolah masing-masing di setiap daerah. Pastikan anak dalam kondisi sehat saat menerima imunisasi dan membawa kitab rapor kesehatan alias catatan imunisasi sebelumnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·