Tentara Israel.(Al Jazeera)
OTORITAS Nasional Palestina mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk segera mengambil tindakan nyata guna menghentikan serangan Israel terhadap akomodasi dan lembaga PBB di Jerusalem. Desakan ini bermaksud memastikan perlindungan menyeluruh terhadap prasarana internasional di wilayah tersebut.
Langkah diplomatik ini diambil menyusul tindakan pasukan Israel nan menyerbu dan mulai mengosongkan kompleks pusat training Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di utara Jerusalem pada Selasa (25/8). Operasi pengosongan tersebut dilaporkan dihadiri langsung oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, tokoh politik sayap kanan nan dikenal dengan kebijakan ekstremnya.
Dalam pernyataan resminya, Presidium Otoritas Nasional Palestina menegaskan bahwa penargetan terhadap akomodasi PBB di wilayah pendudukan, termasuk Jerusalem, merupakan pelanggaran fatal terhadap norma internasional.
"Penargetan akomodasi dan lembaga PBB di wilayah Palestina nan diduduki oleh Israel, termasuk Jerusalem, mencederai kekebalan lembaga internasional. Ini adalah upaya eskalasi rawan nan tidak dapat ditoleransi," bunyi pernyataan resmi otoritas tersebut, Kamis (27/8).
Pihak Palestina menambahkan bahwa tindakan garang ini memperburuk situasi nan sudah sangat memanas akibat perang nan tetap berkecamuk di Jalur Gaza serta meningkatnya ketegangan di Tepi Barat. Aksi pengosongan paksa ini dipandang sebagai kelanjutan dari kebijakan sistematis Israel untuk membatasi ruang mobilitas support kemanusiaan bagi penduduk Palestina.
Sebagai catatan, pada Januari 2025, otoritas Israel mengesahkan undang-undang nan secara resmi melarang seluruh aktivitas UNRWA di wilayah pendudukan. Langkah tersebut memicu kecaman luas dari organisasi internasional lantaran dianggap menakut-nakuti keberlangsungan hidup jutaan pengungsi Palestina nan berjuntai pada jasa pendidikan, kesehatan, dan support pangan dari badan PBB tersebut. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·