loading...
Kapal USS Michael Murphy. Daily
TEHERAN - Pada tanggal 11 April, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa dua kapal perang Angkatan Laut AS telah melintasi Selat Hormuz untuk memulai operasi pembersihan ranjau.
Namun, Teheran segera menolak klaim tersebut, nan semakin meningkatkan ketegangan di area itu meskipun upayadiplomatikterus dilakukan.
Pengumuman CENTCOM itu disampaikan tak lama setelah Presiden Donald Trump mengatakan Washington telah memulai proses "pembersihan" selat strategis tersebut, nan dilalui oleh seperlima minyak dan gasdunia.
Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM, menegaskan: "Hari ini, kami memulai proses pembangunan jalur pelayaran baru, dan kami bakal segera membagikan rute kondusif ini kepada industri maritim untuk mendorong arus perdagangan nan bebas."
Kapal perusak berpeluru kendali nan berperan-serta dalam operasi ini termasuk USS Frank E. Petersen dan USS Michael Murphy. CENTCOM juga menambahkan bahwa pasukan AS tambahan, termasuk kendaraan bawah air tanpa awak, mungkin bakal berasosiasi dalam upaya ini dalam beberapa hari mendatang untuk meningkatkan keahlian pembersihan ranjau bawah air.
Di media sosial, Presiden AS menegaskan bahwa Iran "GAGAL SECARA KRITIS!" dalam bentrok tersebut, tetapi mengakui bahwa ranjau Iran tetap menimbulkan ancaman, dengan menyatakan:"Satu-satunya ancaman nan mereka miliki adalah kemungkinan sebuah kapal 'menabrak' salah satu ranjau mereka."
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·