Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Agusman.(ANTARA/Indra Arief Pribadi)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) segera meluncurkan peta jalan penguatan industri lembaga pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga finansial mikro, dan lembaga jasa finansial lainnya (PVML) syariah untuk mendorong pertumbuhan sektor tersebut nan tetap tertinggal jauh dibanding konvensional.
"Kita sedang membikin roadmap (peta jalan) penguatan PVML syariah. Dalam beberapa waktu dekat bakal kita launching," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK Agusman di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (29/8).
Berdasarkan info OJK per Juli 2026, total aset sektor PVML mencapai Rp1.157,74 triliun. Dari jumlah tersebut, aset sektor konvensional mencapai Rp1.022,85 triliun, sedangkan aset syariah sebesar Rp134,89 triliun.
Dengan demikian, aset PVML syariah menyumbang sekitar 11,7% dari total aset sektor PVML, sementara konvensional mencapai sekitar 88,3%.
Dari sisi penyaluran pembiayaan, sektor PVML mencatatkan total Rp1.064,25 triliun, dengan pembiayaan konvensional sebesar Rp939,04 triliun dan pembiayaan syariah Rp125,21 triliun. Artinya, lanjutnya, kontribusi pembiayaan syariah sekitar 11,8%.
"Memang pertumbuhannya tetap tipis," kata Agusman.
Dari sisi jumlah pelaku, terdapat 749 pelaku PVML, dengan 650 pelaku konvensional dan 99 pelaku syariah. Artinya, pelaku syariah mencapai sekitar 13,2% dari total pelaku.
Dia menambahkan, kebutuhan bakal peta jalan pengembangan industri PVML syariah juga menjadi salah satu masukan nan banyak disampaikan pelaku industri kepada OJK.
Penyusunan peta jalan, kata dia, diharapkan dapat memberikan arah pengembangan nan lebih jelas bagi industri PVML syariah, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor tersebut agar dapat memperbesar kontribusinya terhadap industri PVML secara keseluruhan.
Selain mengenai PVML Syariah, OJK juga mencatat pembiayaan dari PVML untuk UMKM baru sebesar 30,93% dari total penyaluran pembiayaan alias sebesar Rp338,6 Triliun. (Ant/E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·