Puluhan orang tua di Depok mengeluhkan gangguan pada sistem upload dokumen Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2026. Mereka pun memadati instansi Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Senin (15/6) untuk menyampaikan keluhan.
Antrean panjang orang tua siswa terlihat di area pelayanan Disdik Kota Depok sejak pagi. Mereka datang untuk mengadu soal hambatan teknis saat mengunggah arsip persyaratan SPMB.
“Sistemnya eror pas upload KK sama akta. Udah dicoba acapkali tetap gagal,” kata salah satu wali murid.
Joni, salah satu orang tua nan datang, mengaku kudu datang langsung ke dinas hanya untuk mengubah info Kartu Keluarga.
“Udah siang, Pak. Sebenarnya ada jam sebelasan. Karena ngurus kartu sekolah dulu, hanya gara-gara masalah SPMB, masalah Kartu Keluarga, nan nggak bisa diselesaikan di bagian sekolah,” kata Joni.
Ia menyebut mengubah info KK pun tak bisa online.
“Nggak bisa. Harus ke sini, katanya. Kan nan harusnya bisa diselesaikan oleh pihak operator sekolah, Pak. Jadi sangat merepotkan,” ujarnya.
Joni menilai sistem SPMB saat ini tidak efektif. “Nggak efektif, Pak. Harusnya dari pihak sekolah udah bisa selesaikan. Banyak kasus seperti ini,” ucapnya.
Ia berambisi proses dikembalikan ke sekolah. “Kedepannya agar diubah. Harus seperti dulu saja. Semua proses diselesaikan dari pihak sekolah saja, nan menentukan sah nggaknya.”
Kadisdik Depok Wahid Suryono pun memberikan klarifikasi. Ia membantah ada masalah pada aplikasi dan menyebut antrean membludak lantaran pembukaan jalur domisili SMP dan RSSG (Rintisan Sekolah Swasta Gratis) bersamaan.
“Jadi sejujurnya aplikasi enggak ada masalah ya. Jadi enggak ada cerita aplikasi down dan lain-lain. Tidak ada,” kata Wahid.
Ia menjelaskan, lonjakan sudah diprediksi lantaran hari ini jalur domisili SMP dibuka.
“Tapi kami tidak menyangka rupanya di luar perkiraan kita,” ujarnya.
Menurut Wahid, ada dua masalah utama. Pertama, banyak orang tua salah meletakkan titik koordinat rumah dan perlu perbaikan.
“Hari-hari kemarin ada masalah, cuman hari ini lantaran hari pertama akhirnya mungkin semuanya cemas sehingga membeludak,” jelasnya.
Kedua, pembukaan SPMB berbarengan dengan pendaftaran RSSG Madrasah di bawah Kemenag.
“Ini memang ada hambatan mengenai dengan verifikasi akun nan belum semuanya selesai. Nah ini nan membikin antreannya hari ini luar biasa,” katanya.
“Tahun lampau RSSG itu kan offline di lantai 10 berjubel juga. Kami coba untuk online harapannya tahun ini udah lebih mudah. Tapi mungkin belum semuanya siap,” ujar Wahid.
Tambah Petugas hingga Buka Hari Libur
Untuk mengantisipasi, Disdik menambah jumlah petugas. “Kalau biasanya 6 sampai 7, tadi pagi sudah 9. Kemudian siang ini kita tambah lagi 6. Jadi ada 15,” jelasnya.
Besok, meski hari libur, jasa bakal tetap buka. “Besok meskipun hari libur kita tetap buka melayani. Dan hari ini kami memastikan semua nan sudah mendaftar antre, jika sabar tetap kami layani sampai selesai,” tegas Wahid.
Disdik juga menyederhanakan langkah administratif.
“Untuk nan benerin nomor KK, kita kasih isian form ditulis aja titik koordinatnya. Serahin ke kita kelak kita selesaikan. Nggak usah ditungguin, pulang aja,” ujarnya.
Jadwal pendaftaran jalur domisili SMP dan RSSG dibuka Senin (15/6) hingga Rabu (17/6). Sementara, Selasa tetap buka untuk jasa perbaikan dokumen, titik koordinat, dan akun.
“Dan kami berkomitmen hari itu berapa pun nan datang kita pastikan semuanya selesai. Jadi sampai malam juga nggak apa-apa. Kami sudah siap,” kata Wahid.
Ia meminta orang tua tidak khawatir. “Jadi, jangan cemas bapak ibu nan anak-anaknya belum dapat akun, tetap ada salah koordinat, salah KK. Silakan saja kita bakal layani. nan krusial sabar, mudah-mudahan semuanya bisa terselesaikan,” tutupnya.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·