
Orangtua Korban Daycare Jogja Menangis: Tangan dan Kaki Anak Saya Diikat Kencang! (foto: Okezone)
JAKARTA - Sejumlah orangtua korban dalam kasus dugaan kekerasan di daycare di Yogyakarta mendatangi Mapolresta Yogyakarta untuk mencari kejelasan dan keadilan.
Salah satu orang tua, Norman Widarto, mengaku terpukul setelah mengetahui dugaan perlakuan nan dialami anaknya. Ia menyebut telah menitipkan anaknya sejak 2022, saat tetap berumur tiga bulan.
Norman mengungkapkan bahwa selama ini dia kerap menerima penjelasan dari pihak daycare mengenai luka pada tubuh anaknya. Namun, setelah memandang rekaman nan beredar, dia mulai mempertanyakan penjelasan tersebut.
“Selama ini jika ada luka di punggung alias bibir, pihak daycare menyebut itu sudah dari rumah. Padahal setiap pagi saya mandikan anak saya dan tidak ada luka. Setelah memandang video, saya sangat terkejut,” ujarnya, dikutip dari laman Pemprov DIY.
Ia juga menyampaikan kekhawatirannya mengenai kondisi kesehatan anaknya nan kerap mengalami gangguan pernapasan. Menurutnya, kondisi serupa juga dialami oleh beberapa anak lain nan dititipkan di tempat tersebut.
Kaget Anaknya Disiksa
Kesaksian lain datang dari Khairunnisa, nan mengaku syok setelah menduga anaknya termasuk dalam rekaman nan beredar. Ia menilai terdapat indikasi perlakuan nan tidak layak terhadap anak-anak di akomodasi tersebut.
“Saya sangat terpukul memandang kondisi dalam video. Saya berambisi kasus ini bisa diusut tuntas,” ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·