Operasi SAR KM Virgo Transport 8 Disebut Sesuai Standar Internasional, Basarnas: Banyak Faktor di Lapangan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
 Banyak Faktor di Lapangan Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam bertemu pers mengenai kecelakaan kapal Virgo Transport 8.(Dok. Antara)

BADAN Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan bahwa seluruh rangkaian operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kecelakaan kapal KMP Virgo Transport 8 di Laut Jawa telah dijalankan sesuai dengan standar internasional. Penentuan pola dan sektor pencarian dipastikan mempunyai dasar legalitas nan kuat serta dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa strategi pencarian di lapangan berkarakter bergerak dan tidak pernah sama setiap harinya. Hal ini dikarenakan tim SAR kudu menyesuaikan operasi dengan beragam aspek alam dan kalkulasi teknis.

"Operasi nan kita lakukan ini merujuk pada dasar ketentuan-ketentuan nan dikeluarkan oleh internasional. Pola pencarian menyesuaikan dengan beragam aspek lapangan," ujar Syafii dalam konvensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa (15/9) malam.

Dinamika Sektor Pencarian

Pada hari pertama, operasi penyisiran dilakukan di delapan sektor koordinat. Memasuki hari kedua dan ketiga, area pencarian difokuskan pada enam sektor dengan letak nan terus bergeser mengikuti hasil kalkulasi perkembangan kondisi lapangan.

Syafii memaparkan bahwa perubahan sektor sangat berjuntai pada pergerakan arus laut nan memengaruhi datum alias titik referensi pencarian. Penyesuaian area penyisiran ini bermaksud meningkatkan kesempatan penemuan korban nan kemungkinan terbawa arus dari letak awal kecelakaan.

Selain mengikuti pergerakan arus, tim SAR tetap memantau area di sekitar buntang kapal. Strategi ini tetap dipertahankan lantaran adanya kemungkinan korban baru keluar dari badan kapal setelah operasi sebelumnya dilakukan.

Audit Internasional dan Legalitas

Basarnas menekankan bahwa setiap keputusan strategis, termasuk rencana teknis seperti membalikkan alias mengangkat buntang kapal, tidak dilakukan secara sembarangan. Segala tindakan kudu melalui pertimbangan teknis dan norma nan matang.

Lebih lanjut, Syafii mengungkapkan bahwa Basarnas menjalani audit rutin setiap tahun oleh International Maritime Organization (IMO). Hal ini menjadi agunan bahwa penyelenggaraan operasi SAR di Indonesia, termasuk kasus KM Virgo Transport 8, selalu merujuk pada izin global.

"Apa nan kita lakukan pasti merujuk pada dasar-dasar legalitas nan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum," tegasnya.

Kepala Basarnas mengimbau pihak family dan masyarakat untuk memantau perkembangan info secara langsung melalui kanal resmi Basarnas guna menghindari simpang siur data. Ia juga meminta support angan agar kondisi cuaca di Laut Jawa tetap kondusif sehingga proses pencarian 129 korban lainnya dapat melangkah maksimal. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia