Operasi Patuh 2026 Hadirkan ETLE Drone mobile Presisi, Makin Canggih!

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho terus melakukan lompatan besar dalam pemanfaatan teknologi di jalan raya. Dalam gelaran Operasi Patuh 2026 nan bakal dimulai 8 Juni ini, bakal diterjunkan penemuan terbaru berupa ETLE Drone Mobile Presisi nan jauh lebih canggih untuk mengawasi ketertiban lampau lintas.

Irjen Agus Suryonugroho mengungkapkan, teknologi penegakan norma digital ini sengaja dihadirkan untuk meningkatkan kualitas penegakan norma elektronik secara lebih akurat, transparan, dan profesional. Hal ini sesuai dengan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar Korlantas Polri terus menghadirkan penemuan teknologi demi keselamatan masyarakat.

Kamera ETLE Drone Mobile Presisi sekarang telah dibekali teknologi Automatic Number Plate Recognition (ANPR). Sistem canggih ini bisa melakukan identifikasi nomor registrasi kendaraan secara real-time, sekaligus mengenali kendaraan nan masuk dalam kategori pengecualian kebijakan ganjil genap, seperti kendaraan dinas pemerintah berpelat merah, pikulan umum berpelat kuning, dan kendaraan listrik.

"Kemampuan ini membikin proses penindakan semakin presisi lantaran sistem dapat melakukan penyaringan awal terhadap kendaraan nan memperoleh pengecualian sebelum info pelanggaran diteruskan ke petugas back office," ujar Irjen Agus kepada wartawan di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Kakorlantas Polri Irjen Irjen Agus SuryonugrohoFoto: Inovasi baru ETLE Drone Mobile Presisi (dok. Korlantas Polri)

Dengan sistem penyaringan otomatis ini, potensi kesalahan penindakan alias salah tilang dapat ditekan hingga tingkat nan sangat minimal.

"Sistem dapat membedakan kendaraan nan berkuasa memperoleh pengecualian sehingga petugas dapat lebih konsentrasi terhadap kendaraan nan betul-betul terindikasi melakukan pelanggaran. Dengan support verifikasi berlapis, tingkat kecermatan penindakan menjadi semakin tinggi dan profesional," jelasnya.

Operasi Patuh 2026 merupakan Operasi Mandiri Kewilayahan nan bakal digelar serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 8 hingga 21 Juni 2026 mendatang.

Mengusung tema 'Optimalisasi Transformasi Penegakan Hukum secara Elektronik dalam Mewujudkan Masyarakat Tertib Berlalu Lintas', Irjen Agus meminta jejeran Dirlantas hingga Kasat Lantas mengelola operasi ini secara serius layaknya pengamanan mudik Lebaran agar dampaknya nyata dirasakan masyarakat.

Sesuai dengan tema transformasi digital, Korlantas Polri menerapkan formula pembagian porsi penindakan nan terukur di lapangan, ialah penegakan norma berbasis elektronik (ETLE) 60 persen, penegakan norma non-ETLE (manual) 30 persen serta teguran simpatik dan edukatif 10 persen.

Langkah penindakan manual sebesar 30 persen tetap dipertahankan guna mengakomodasi wilayah alias satuan wilayah (satwil) nan belum terjangkau oleh akomodasi kamera pengawas elektronik.

Kakorlantas Polri Irjen Irjen Agus SuryonugrohoFoto: Kakorlantas Polri Irjen Irjen Agus Suryonugroho (dok. Korlantas Polri)

Terkait dengan sasaran penindakan, Irjen Agus memaparkan bahwa petugas di lapangan maupun teknologi ETLE Drone bakal memberikan perhatian unik pada bentuk-bentuk pelanggaran kasat mata nan berpotensi langsung membahayakan keselamatan alias nan sengaja menghindari sistem elektronik.

"Fokus utamanya adalah pelanggaran nan tidak terdeteksi oleh perangkat ETLE, serta hal-hal nan membikin penegakan norma dengan ETLE tidak melangkah dengan baik. Seperti kendaraan berkendara melawan arus, kendaraan tanpa pelat nomor, alias nan memodifikasi pelat nomornya," tegas Irjen Agus.

Selain konsentrasi nasional tersebut, jenis pelanggaran prioritas lainnya bakal disesuaikan dengan karakter wilayah masing-masing berasas hasil kajian dan pertimbangan (anev) nomor kecelakaan setempat agar tepat sasaran.

Melalui perpaduan teknologi canggih ETLE Drone Mobile Presisi dan pendekatan nan humanis, Korlantas Polri berambisi Operasi Patuh 2026 menjelang Hari Bhayangkara ini dapat menurunkan nomor kecelakaan sekaligus menumbuhkan disiplin berkendara nan berakar dari hati masyarakat. (hri/dek)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News