Open House SRMP 2 Medan, Gus Ipul Ajak Warga Lihat Gambaran Sekolah Rakyat

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul membujuk masyarakat terutama para calon siswa dan orang tuanya memandang langsung proses belajar mengajar, pengasuhan, serta perubahan nan terjadi pada siswa setelah ditempa di Sekolah Rakyat.

Ajakan ini disampaikan secara langsung dalam aktivitas Open House Sekolah Rakyat di SRMP 2 Medan, Sumatra Utara, Senin (15/6).

"Dulunya anak-anak ini tidak seperti sekarang. Lebih disiplin, percaya diri, pintar, dan optimis menghadapi masa depan. Ini perihal nan kita syukuri bersama," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Open House ini, lanjutnya, menjadi kesempatan bagi calon siswa dan orang tua untuk memandang langsung sistem belajar, suasana asrama, dan lingkungan pendidikan Sekolah Rakyat. Hal ini untuk memberikan gambaran utuh mengenai proses pendidikan nan bakal ditempuh calon siswa.

Ia menegaskan ada tiga perihal nan tidak boleh terjadi di Sekolah Rakyat, ialah perundungan, kekerasan seksual alias kekerasan fisik, serta intoleransi.

"Tidak boleh menghina siapa pun, meremehkan dan merendahkan siapa pun. Tidak boleh ada kekerasan seksual alias kekerasan fisik. Tidak boleh ada intoleransi," tegas Gus Ipul.

Sebanyak 75 calon siswa dan orang tua calon siswa dari Kota Medan turut datang dan menyaksikan beragam penampilan siswa Sekolah Rakyat, mulai dari tari tradisional dari SRMP 2 Medan, bela diri karate, pidato tiga bahasa dari SRT 30 Medan, hingga paduan bunyi dan puisi dari siswa SRMP 2 Medan dan SRT 30 Medan.

Melanjutkan arahannya, Gus Ipul menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan. Anak-anak nan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat diarahkan menjadi generasi pintar, berkarakter, dan terampil.

"Lulusan Sekolah Rakyat di masa mendatang ada nan jadi guru, ada nan jadi seniman. Pokoknya jadi apapun dengan keahlian nan cukup. Itulah angan Bapak Presiden," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menyampaikan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap anak-anak Sekolah Rakyat sangat besar. Salah satu bentuknya adalah pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di beragam daerah.

Saat ini terdapat 104 titik Sekolah Rakyat gedung permanen. Untuk Kota Medan, Sekolah Rakyat Permanen bakal menerima 270 siswa dengan kuota 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Dalam aktivitas tersebut, Gus Ipul juga berbincang dengan orang tua calon siswa dan calon siswa. Salah satunya Ridha Aritona, orang tua Jessica Putri Sirait.

Ia menceritakan bahwa keluarganya hidup dengan pendapatan tidak tetap lantaran bekerja sebagai pengemudi ojek online.

"Besar angan saya anak saya sekolah berbobot dengan keadaan tidak bisa menyekolahkan dan memberikan les. Harapan besar dia bisa mendapatkan kehidupan nan lebih baik, jangan seperti kehidupan saya," katanya sembari meneteskan air mata.

Riantika, Ibunda dari Fahrizky juga menyampaikan rasa syukur lantaran anaknya mendapat kesempatan masuk Sekolah Rakyat. Ia mengatakan Fahrizky putus sekolah di kelas 6 SD dan tidak sempat lulus.

Sementara itu, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Medan telah mendampingi Sekolah Rakyat sejak awal. Ia memandang langsung perubahan anak-anak nan sebelumnya belum percaya diri dan belum tertata, sekarang menunjukkan kemajuan.

"Kami mendampingi Sekolah Rakyat ini dari awal sekali. Saya datang kembali dan memandang anak-anak nan awalnya belum percaya diri dan belum teratur sekarang ada progres," ujar Rico.

Rico juga menggambarkan kompleksitas persoalan anak-anak di perkotaan. Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi ruang untuk menjangkau anak-anak dari family rentan dan membawa mereka ke lingkungan pendidikan nan lebih baik.

Sebagai informasi, datang dalam aktivitas tersebut Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Illyan Chandra Simbolon, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin Rangkuti, serta Kepala BPS Kota Medan Hafsyah Aprillia, Kepala Bagian Umum BPS Sumut Dadan mewakili Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara, jejeran pejabat tinggi madya, staf unik menteri, dan tenaga mahir menteri Kementerian Sosial.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News