OMC Dioptimalkan Tekan Karhutla di Riau, Kalbar, dan Kalteng

Sedang Trending 1 jam yang lalu
OMC Dioptimalkan Tekan Karhutla di Riau, Kalbar, dan Kalteng ilustrasi OMC.(dok.BMKG)

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) mengoptimalkan kesempatan pertumbuhan awan untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Berdasarkan info Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), OMC saat ini dilakukan di Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut Ristianto Pribadi mengatakan koordinasi dengan BMKG menjadi bagian krusial dalam menentukan wilayah dan waktu nan dapat dioptimalkan untuk penyelenggaraan OMC. Berdasarkan laporan BMKG per 12 Agustus 2026, kesempatan pertumbuhan awan sedang hingga tinggi terdapat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada 13-16 Agustus.

“Untuk penyelenggaraan OMC, kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memandang potensi pertumbuhan awan dan menentukan waktu nan paling optimal. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi perhatian lantaran terdapat peningkatan titik panas dan sebaran asap,” kata Ristianto, Rabu (12/8).

Data BMKG menunjukkan titik panas di Kalimantan Barat meningkat dari 98 menjadi 136 titik dibandingkan hari sebelumnya. Sementara di Kalimantan Tengah meningkat dari 29 menjadi 78 titik dan Kalimantan Selatan dari 10 menjadi 31 titik. Kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran sebaran asap juga terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan.

“Potensi awan nan teridentifikasi bakal kami optimalkan untuk mendukung OMC. Ini merupakan bagian dari upaya berbareng untuk menekan akibat karhutla, terutama di wilayah nan saat ini menunjukkan peningkatan titik panas dan asap,” ujarnya.

BMKG juga mencatat indikasi asap lintas pemisah alias transboundary haze dari Kalimantan Barat menuju Sarawak. Pelaksanaan OMC di Kalimantan Tengah berjalan pada 11-15 Agustus, sedangkan OMC Kalimantan Barat dijadwalkan pada 13-17 Agustus dengan mengoptimalkan potensi pertumbuhan awan. Sementara OMC di Riau berjalan sejak 30 juli hingga 22 Agustus.

“Kami bakal terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar setiap kesempatan cuaca nan mendukung dapat dimanfaatkan secara optimal untuk penanganan karhutla,” kata Ristianto.

Kemenhut mengingatkan masyarakat maupun korporasi agar tidak membuka lahan dengan langkah membakar. Ristianto mengatakan, setiap pelanggaran bakal ditindak melalui proses hukum. Menurutnya, penegakan norma nan tegas diperlukan untuk memberikan pengaruh jera kepada pelaku pembakaran lahan. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia