Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi.(Dok. Metrotvnews)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mewaspadai kondisi ketimpangan likuiditas perbankan nasional di tengah upaya memacu pembiayaan untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berdasarkan info terbaru, pertumbuhan angsuran perbankan secara total mencapai 13,58 persen (yoy), namun penyaluran angsuran unik UMKM tercatat baru tumbuh tipis sebesar 1,05 persen (yoy).
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa meskipun pertumbuhan kredit UMKM belum sesuai harapan, nomor satu persen tersebut memberikan optimisme setelah sebelumnya sempat mengalami pertumbuhan negatif. Hal ini disampaikannya dalam aktivitas Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Kamis (3/9).
"Tentang UMKM, memang pertumbuhannya belum seperti nan kita harapkan. Namun jika memandang awal-awal ini tetap minus pertumbuhannya. Jadi ada angan baru di nomor nan satu persen ini," ujar Friderica.
OJK menekankan bahwa penguatan sektor UMKM tidak bisa hanya mengandalkan sektor jasa keuangan. Diperlukan kerjasama lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan ekosistem pembiayaan bagi pelaku upaya mini terus berkembang dan berkelanjutan.
Terkait kondisi likuiditas, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar 11,21 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan angsuran nan menyentuh 13,6 persen. Fenomena ini memicu perhatian regulator lantaran pengedaran likuiditas di industri perbankan saat ini tidak merata; beberapa bank mengalami pengetatan, sementara nan lain mempunyai likuiditas berlebih.
Menyikapi situasi tersebut, OJK melakukan pengawasan mendalam terhadap profil masing-masing bank, mulai dari rasio angsuran hingga kondisi DPK. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa ekspansi angsuran tetap sehat dan bisa memberikan akibat nyata bagi percepatan ekonomi masyarakat.
"Pertanyaannya adalah gimana kemudian angsuran ini bisa mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nan bisa berfaedah buat masyarakat. Itu nan menarik," pungkas Friderica. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·