Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman, meminta praktik jual beli kendaraan tanpa arsip kepemilikan komplit kudu dihentikan.
Praktik jual beli kendaraan dengan skema STNK only perlu dihentikan lantaran berisiko merugikan konsumen dan mengganggu keberlangsungan industri pembiayaan. Diperlukan sinergi dari para pemangku kepentingan untuk menegakkan kepatuhan," kata Agusman dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (11/4).
Di sisi lain, keahlian pembiayaan kendaraan bermotor tetap menunjukkan kontribusi besar dalam industri multifinance. Hingga Februari 2026, pembiayaan mobil baru tercatat mencapai Rp 143,28 triliun alias 26,47 persen dari total penyaluran industri, sementara pembiayaan mobil jejak mencapai Rp 88,36 triliun alias 16,32 persen.
OJK juga memandang pembiayaan mobil jejak terus diminati masyarakat, tak hanya lantaran nilai nan lebih terjangkau, tetapi juga lantaran skema pembiayaan nan relatif fleksibel.
"Pembiayaan otomotif tetap menjadi salah satu kontributor terbesar dalam pembiayaan industri multifinance, termasuk pembiayaan mobil jejak nan memberikan skema pembiayaan nan relatif lebih terjangkau bagi masyarakat," lanjutnya.
Dalam menghadapi maraknya praktik STNK only, kata Agusman, OJK bakal memperkuat pengawasan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar transaksi pembiayaan kendaraan dilakukan melalui jalur resmi.
"Upaya pengawasan dan edukasi kepada masyarakat juga terus diperkuat agar transaksi pembiayaan pembelian kendaraan dilakukan melalui jalur resmi dengan arsip nan sah dan lengkap," terang dia.
Industri Multifinance Diproyeksi Bakal Tetap Tumbuh
Berdasarkan info OJK, struktur pembiayaan multifinance per Februari 2026 tetap didominasi oleh pembiayaan multiguna. Nilainya mencapai Rp 257,17 triliun alias 50,22 persen dari total pembiayaan, dengan pertumbuhan sebesar 1,28 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Sementara itu, pembiayaan investasi tercatat sebesar Rp 167,92 triliun dengan porsi 32,79 persen, namun mengalami kontraksi 2,89 persen yoy. Pembiayaan modal kerja menunjukkan pertumbuhan paling tinggi, ialah 8,31 persen yoy menjadi Rp 54,63 triliun dengan porsi 10,67 persen.
OJK memproyeksi pembiayaan multiguna tetap bakal menjadi tulang punggung industri pada 2026, seiring tingginya permintaan masyarakat terhadap pembiayaan konsumtif nan fleksibel.
Di sisi lain, kesempatan upaya baru di sektor multifinance dinilai terus terbuka, terutama melalui diversifikasi produk pembiayaan di luar sektor otomotif selama tetap sejalan dengan ketentuan nan berlaku.
Agusman mengatakan pengembangan sumber pertumbuhan baru menjadi krusial untuk menjaga keberlanjutan industri. Diversifikasi pembiayaan dinilai bisa menjadi strategi untuk memperluas pedoman upaya dan mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu.
Menurutnya, Industri multifinance mesti memperkuat prinsip kehati-hatian melalui kajian angsuran nan lebih komprehensif, pengelolaan portofolio nan prudent, serta sistem monitoring nan kuat guna menahan rasio pembiayaan bermasalah (NPF).
"Industri multifinance diperkirakan tetap tumbuh positif, nan didukung antara lain dinamika konsolidasi dan investasi di sektor ini," tutur Agusman.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·