OJK Incar Dana IPO Rp 250 T Tahun Ini, Sudah Terkumpul Rp 125,7 T

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan biaya melalui penawaran umum alias initial public offering (IPO) di pasar modal sebesar Rp 250 triliun sepanjang tahun 2026. Hingga 30 Juni 2026, total penghimpunan biaya di pasar modal telah mencapai Rp 125,73 triliun.

Kendati demikian, OJK mengakui kondisi pasar dunia tetap banyak menghadapi tantangan. Akan tetapi, prospek penghimpunan biaya sepanjang tahun ini disebut tetap bakal positif seiring terjaganya minat perusahaan untuk melakukan penawaran di pasar modal.

"Kami memandang prospek penghimpunan biaya hingga akhir tahun 2026 tetap positif. Meskipun kondisi pasar dunia tetap diwarnai beragam tantangan, minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan tetap terjaga," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon, OJK, Hasan Fawzi, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasan mengatakan, terdapat tiga proses IPO di pasar modal hingga tanggal 20 Juli 2026. Selain itu, saat ini juga ada dua proses penawaran umum terbatas (PUT) alias rights issue dengan nilai emisi Rp 6,73 triliun serta empat proses publikasi obligasi dan sukuk sebesar Rp 5,25 triliun.

Hasan menjelaskan, OJK tengah meningkatkan kualitas pasar modal secara keseluruhan. OJK berbareng Self-Regulatory Organization (SRO) tengah menjalankan reformasi pasar modal untuk membangun fondasi pasar nan kuat melalui peningkatan kualitas emiten, penguatan likuiditas, peningkatan transparansi, penguatan tata kelola dan penegakan hukum, hingga ekspansi pedoman investor.

Hasan menilai, fondasi nan kuat bakal mendorong penghimpunan biaya tumbuh berkelanjutan. Ia berharap, pasar modal ke depan bisa lebih sehat dan berkelanjutan.

"Reformasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan penanammodal domestik maupun asing sehingga pasar modal Indonesia menjadi semakin andal dan kompetitif sebagai sumber pembiayaan jangka panjang," pungkasnya.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance