Pendapatan Naik 28%, GOTO Cetak Laba Bersih Rp 607,5 M di Semester I 2026

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Jakarta -

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan keahlian semester I-2026. Berdasarkan laporan finansial nan berhujung 30 Juni 2026, GOTO mencetak untung periode
berjalan nan dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 607,5 miliar.

Pencapaian untung bersih GOTO di paruh pertama tahun 2026 membalikkan kondisi rugi periode periode melangkah nan dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 580,0 miliar pada semester I tahun 2026. Ini juga menjadi kali kedua GOTO melaporkan pencapaian untung bersih.

Pada kuartal I 2026, untung periode melangkah nan dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 257,9 miliar. Artinya di kuartal kedua GOTO sukses mencetak untung sebesar Rp 349,6 miliar dan secara kuartalan GOTO juga bisa meningkatkan laba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini ditopang oleh pendapatan bersih GOTO nan tumbuh 28% secara year-on-year (yoy) menjadi nyaris Rp 11 triliun di semester I 2026. Di saat pendapatan bersih GOTO tumbuh 28% yoy, jumlah biaya dan beban GOTO hanya naik 17% yoy dan mencapai Rp 10,2 triliun.

"Pertumbuhan jumlah beban dan biaya tersebut mencakup beban pokok pendapatan, beban umum dan administrasi, beban penjualan dan pemasaran, beban pengembangan produk, beban operasional dan pendukung serta beban penyusutan dan amortisasi," tulis GOTOdalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026)

Pertumbuhan pendapatan nan lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan jumlah beban dan biaya ini mengantarkan induk Gojek dan Gopay ini meraih untung upaya sebesar Rp 782 miliar di sepanjang Januari-Juni 2026. Kondisi tersebut juga berbalik dari semester I 2025 ketika GOTO tetap mencatatkan rugi upaya sebesar Rp 172 miliar.

Hingga 30 Juni 2026, GOTO mencatatkan kas dan setara kas Rp 23,5 triliun. Jumlah aset mencapai Rp 47,5 triliun. Jumlah liabilitas sebesar Rp 18,5 triliun dan jumlah ekuitas Rp 29 triliun.

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance