OJK Bocorkan Perbankan Siap Revisi Rencana Bisnis Bulan Ini

Sedang Trending 1 jam yang lalu

OJK Bocorkan Perbankan Siap Revisi Rencana Bisnis Bulan Ini

OJK Bocorkan Perbankan Siap Revisi Rencana Bisnis Bulan Ini (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi bahwa perbankan nasional bakal melakukan penyesuaian terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB) pada bulan ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, otoritas belum dapat memetakan secara final apakah revisi sasaran korporasi tersebut bakal bergerak ke arah nan lebih konservatif (ke bawah) alias justru lebih ekspansif (ke atas).

"Tentu tergantung, prospek ya, persepsi bank dan lain sebagainya. Karena itu nan kita harapkan sih bakal ada peningkatan ya," kata Dian saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Dian mengungkapkan bahwa arah revisi sasaran keahlian perbankan ini bakal sangat berkorelasi dengan parameter makroekonomi terkini, termasuk penguatan nilai tukar rupiah nan mulai bergerak stabil serta tren pemulihan di pasar modal domestik.

Redanya volatilitas kurs diyakini bakal langsung mendongkrak kepercayaan diri para pelaku upaya nan berjuntai pada aktivitas perdagangan internasional.

"Saya kira ini juga momen nan baik lah, kira-kira gitu. Karena sebagian orang kan concern dengan masalah perubahan rupiah kan, jika misalnya perubahan rupiah itu kemudian bisa dikendalikan, tentu mereka-mereka nan berbisnis nan mengenai dengan masalah import-export, itu pasti bakal lumayan meningkat kan gitu," jelas Dian.

Di samping aspek domestik, industri perbankan juga mendapat angin segar dari meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran nan berujung pada gencatan senjata. Kondisi tersebut memicu penurunan nilai minyak mentah bumi secara gradual, nan diharapkan dapat memberikan akibat positif terhadap stabilitas nilai daya di dalam negeri.

Mengenai kebijakan moneter, Dian menyinggung akibat dari pengetatan suku kembang referensi Bank Indonesia (BI Rate).

Dia mengingatkan bahwa selalu terdapat jarak waktu (time lag) sebelum kenaikan suku kembang bank sentral tersebut ditransmisikan sepenuhnya oleh perbankan ke sektor suku kembang kredit. Meski demikian, berasas hasil survei OJK, persepsi pelaku pasar dinilai tetap berada di area positif.

"Jadi memang kita sekarang itu sungguh, jika ngelihat ini bisa dikatakan persepsi ya, nan kemarin berasakan hasil sukses kita itu kan tetap positif gitu kan. Nah ini nan kita lihat itu nan paling tentu buat kita nan concern-nya itu berapa lama," ujar Dian.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com