Manfaat Semangka bagi Kesehatan: Hidrasi, Nutrisi, dan Mitos yang Perlu Diketahui

Sedang Trending 58 menit yang lalu
 Hidrasi, Nutrisi, dan Mitos nan Perlu Diketahui Ilustrasi.(Magnific)

SEMANGKA menjadi bagian dari konsumsi manusia selama lebih dari 5.000 tahun. Dikenal lantaran rasanya nan manis dan teksturnya nan renyah, buah ini sering disebut sebagai langkah terbaik untuk menyantap air karena kandungan airnya nan mencapai 92 persen. Namun, di kembali kesegarannya, terdapat beragam klaim kesehatan nan perlu ditinjau secara ilmiah.

Ahli nutrisi workplace wellness, Lily Soutter, menjelaskan bahwa meskipun semangka sangat efektif untuk meningkatkan hidrasi, belum ada penelitian kuat nan menyatakan bahwa semangka lebih unggul daripada air putih dalam perihal menghidrasi tubuh secara medis.

Kandungan Nutrisi dan Antioksidan

Satu cangkir semangka pangkas (sekitar 152 gram) hanya mengandung 46 kalori dan 9 gram gula. Hal ini menjadikannya pilihan sehat untuk memuaskan kemauan mengonsumsi makanan manis. Keunggulan utama semangka terletak pada kandungan likopen, antioksidan nan memberikan warna merah pada daging buahnya.

Semangka mengandung konsentrasi likopen nan lebih tinggi dibandingkan tomat segar. Likopen dikaitkan dengan pengurangan peradangan dan peningkatan kesehatan jantung. Meski beberapa studi menghubungkan asupan likopen tinggi dengan penurunan akibat kanker prostat, Soutter menekankan bahwa temuan tersebut tetap belum konsisten dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

Fakta Nutrisi per Cangkir (152g):

  • Kalori: 46 kkal
  • Gula: 9 gram
  • Karbohidrat: 12 gram
  • Vitamin C: 12 mg
  • Potasium: 170 mg
  • Likopen: 7 mg - 11 mg

Efek terhadap Tekanan Darah

Semangka mengandung masam amino L-citrulline nan digunakan tubuh untuk memproduksi oksida nitrat. Senyawa ini membantu pembuluh darah rileks dan melebar, sehingga mendukung sirkulasi nan sehat. Namun, Soutter mengingatkan bahwa sebagian besar riset menggunakan suplemen L-citrulline dengan dosis nan jauh lebih tinggi daripada nan bisa didapatkan hanya dengan menyantap buah semangka.

Buah Utuh vs Jus: Mana nan Lebih Baik?

Meskipun saribuah semangka mulai populer, para mahir lebih menyarankan konsumsi buah utuh. "Semangka utuh lebih mengenyangkan lantaran seratnya tetap terjaga," ujar Soutter.

Saat buah dijus, seratnya lenyap dan gula alaminya berubah menjadi 'gula bebas' nan penyerapannya lebih sigap oleh tubuh. Panduan kesehatan saat ini menyarankan konsumsi saribuah buah tidak lebih dari 150 ml per hari.

Potensi Penurunan Berat Badan

Studi tahun 2019 terhadap orang dewasa dengan berat badan berlebih menunjukkan bahwa mengganti camilan rendah lemak dengan semangka selama empat minggu membantu peserta merasa lebih kenyang. Hal ini berakibat pada penurunan mini pada berat badan, indeks massa tubuh (BMI), dan tekanan darah sistolik. Efek ini kemungkinan besar terjadi lantaran semangka menggantikan camilan lain nan lebih padat kalori.

Siapa nan Harus Berhati-hati?

Walaupun kondusif bagi kebanyakan orang, ada beberapa kondisi nan perlu diperhatikan:

  • Interaksi Obat: Konsumsi dalam jumlah sangat besar dapat memengaruhi keahlian obat tekanan darah, nitrat, alias diuretik irit kalium.
  • Diabetes: Penderita glukosuria perlu memperhatikan ukuran porsi lantaran kandungan gulanya.
  • IBS (Irritable Bowel Syndrome): Kandungan fruktosa dalam semangka dapat memicu indikasi pada perseorangan nan sensitif.

Semangka sangat serbaguna untuk ditambahkan ke dalam diet harian. Tokoh publik seperti Kate Middleton dilaporkan menyukai salad semangka dengan keju feta di musim panas, sementara Victoria Beckham pernah memilih potongan semangka sebagai pengganti kue ulang tahun untuk menjaga pola makannya. (Daily Mail/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia