Anggie Ariesta
, Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2026 |13:14 WIB

Petani (Foto: Okezone)
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perkembangan nilai tukar petani (NTP) pada Juli 2026 tercatat sebesar 127,84 alias naik 0,15 persen dibandingkan Juni 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, peningkatan NTP terjadi lantaran indeks nilai nan diterima petani (It) turun 0,1 persen, sedangkan indeks nilai nan dibayar petani (Ib) turun lebih dalam 0,25 persen.
"Komoditas nan dominan mempengaruhi penurunan indeks nilai nan diterima petani terutama cabe rawit, bawang merah, tomat dan juga cabe merah," kata Ateng dalam Rilis BPS di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan subsektor nan mengalami penurunan NTP terdalam adalah tanaman holtikultura.
"Subsektor tanaman holtikultura ini mengalami penurunan NTP sebesar 8,49 persen. Kondisi ini disebabkan oleh indeks nilai nan diterima petani turun sebesar 8,74 persen, turun lebih dalam jika dibandingkan indeks nilai nan dibayar petani 0,28 persen," ungkap Ateng.
Komoditas nan dominan mempengaruhi penurunan indeks nilai nan dibayar petani ini adalah cabe rawit, bawang merah, tomat dan cabe merah.
"Selain holtikultura, nan juga mengalami penurunan NTP-nya ialah subsektor peternakan," ujar Ateng.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·