Niat Renovasi Rumah, Pria Ini Justru Temukan Harta Karun Viking 18,5 Kilogram

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Niat Renovasi Rumah, Pria Ini Justru Temukan Harta Karun Viking 18,5 Kilogram Ilustrasi(Magnific)

Sebuah proyek pembaharuan rumah nan lazim dilakukan di akhir pekan berubah menjadi peristiwa berhistoris nan mengguncang bumi arkeologi. Di Rebild, Denmark, seorang pemilik rumah nan beriktikad menggali laman untuk membangun teras justru menemukan timbunan perak masif seberat 18,5 kilogram nan berasal dari Zaman Viking.

Penemuan ini bukan sekadar tumpukan logam mulia, melainkan kapsul waktu nan membuka tabir jaringan perdagangan dunia masyarakat Norse pada abad ke-10. Dengan total sekitar 700 benda, temuan ini tercatat sebagai salah satu timbunan perak Viking terbesar nan pernah ditemukan di tanah Denmark.

Kronologi Penemuan di Halaman Rumah

Kejadian bermulai saat pemilik rumah melakukan penggalian tanah secara mandiri. Saat pacul menyentuh barang keras nan tidak biasa, dia menemukan sejumlah barang berbahan perak nan terkubur di bawah lapisan tanah. Menyadari nilai sejarah dari benda-benda tersebut, dia segera menghubungi pihak berwenang.

Arkeolog nan tiba di letak segera melakukan ekskavasi sistematis. Sebagian besar barang ditemukan tersimpan rapi di dalam sebuah wadah kuno, sementara beberapa artefak lainnya tersebar di sekitar titik penggalian utama akibat aktivitas tanah selama berabad-abad.

Detail Harta Karun: Dari Batangan Perak hingga Koin Islam

Berdasarkan pemeriksaan awal, timbunan seberat 18,5 kilogram ini terdiri dari beragam jenis artefak berharga, antara lain:

  • Batangan Perak: Digunakan sebagai perangkat tukar mentah alias bahan baku perhiasan.
  • Perhiasan: Termasuk gelang dan bagian kalung dengan ukiran unik era Viking.
  • Kepingan Perak (Hacksilver): Potongan perak nan sengaja dipotong untuk disesuaikan beratnya saat transaksi perdagangan.
  • Koin Kuno: Puluhan koin utuh dan pecahan koin dari beragam bagian dunia.

Salah satu temuan nan paling ikonik adalah miniatur Palu Thor (Mjölnir). Artefak ini merupakan simbol perlindungan dan kepercayaan kepada dewa petir dalam mitologi Norse, nan menunjukkan identitas religius pemilik kekayaan tersebut pada masanya.

Bukti Jaringan Perdagangan Global Viking

Hal nan paling mengejutkan para peneliti adalah keberagaman asal-usul koin nan ditemukan. Selain koin lokal, tim arkeolog mengidentifikasi adanya koin Anglo-Saxon dari Inggris dan koin nan berasal dari dunia Islam (Dirham).

Keberadaan koin-koin ini memberikan bukti empiris mengenai luasnya jangkauan pelayaran dan perdagangan Viking. Mereka tidak hanya dikenal sebagai pejuang, tetapi juga pedagang ulung nan menghubungkan Skandinavia dengan wilayah Mediterania, Timur Tengah, hingga daratan Inggris Raya.

Analisis Sejarah: Para peneliti dari National Museum of Denmark memperkirakan timbunan ini berasal dari abad ke-10. Pada masa itu, perak adalah simbol status sosial dan keamanan finansial nan disimpan dengan langkah dikubur untuk melindunginya dari penjarahan alias sebagai tabungan masa depan.

Pentingnya Pelaporan Temuan Arkeologis

National Museum of Denmark menekankan pentingnya tindakan pemilik rumah di Rebild nan segera melaporkan temuannya. Di Denmark, terdapat norma mengenai Danefæ, nan menyatakan bahwa benda-benda berhistoris milik negara dan penemunya bakal diberikan kompensasi nan adil.

Langkah ini memastikan bahwa artefak tidak jatuh ke pasar gelap dan dapat diteliti secara ilmiah untuk memperkaya narasi sejarah bangsa. Saat ini, para peneliti tetap terus melakukan pembersihan dan kajian laboratorium terhadap 700 barang tersebut untuk mengungkap lebih banyak perincian tentang kehidupan masyarakat Viking di Denmark utara.

FAQ: Penemuan Harta Karun Viking di Denmark

1. Di mana letak persis penemuan ini?
Penemuan terjadi di sebuah properti pribadi di Rebild, wilayah Jutlandia Utara, Denmark.

2. Mengapa Viking mengubur perak mereka?
Viking sering mengubur kekayaan mereka untuk keamanan selama masa perang, sebagai corak tabungan, alias lantaran kepercayaan bahwa kekayaan tersebut dapat dibawa ke alam baka.

3. Apa itu kepingan perak (hacksilver)?
Hacksilver adalah perhiasan alias batangan perak nan dipotong-potong untuk digunakan sebagai duit berasas beratnya, lantaran pada masa itu nilai perak ditentukan oleh massa logamnya, bukan hanya corak koinnya.

4. Mengapa ada koin Islam dalam timbunan Viking?
Ini menunjukkan hubungan jual beli nan kuat antara Viking dengan Kekhalifahan Islam melalui rute sungai di Rusia dan Laut Kaspia.

5. Apa nan bakal terjadi pada kekayaan karun tersebut sekarang?
Artefak tersebut bakal dikonservasi oleh museum, diteliti oleh para mahir sejarah, dan kemungkinan besar bakal dipamerkan kepada publik di masa mendatang.

Penemuan di Rebild ini menjadi pengingat bahwa di bawah kaki kita, mungkin tersimpan rahasia besar dari masa lampau nan menunggu untuk ditemukan kembali.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia