
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
JAKARTA – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa perang dengan Iran "belum berakhir" lantaran Teheran tetap mempunyai persediaan uranium nan diperkaya nan kudu disingkirkan.
"Saya pikir itu (perang) telah mencapai banyak hal. Tetapi belum berhujung lantaran tetap ada material nuklir, uranium nan diperkaya, nan kudu dikeluarkan dari Iran," kata Netanyahu dalam wawancara dengan CBS News nan disiarkan pada Minggu (10/5/2026).
Netanyahu menyatakan bahwa tujuan perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran mencakup pembongkaran prasarana pengayaan serta mencegah Iran membangun kembali jaringan rudal dan proksinya. Ia menolak untuk membahas rencana militer secara mendetail, namun mencatat bahwa jika ada kesepakatan, "Anda masuk dan Anda mengambilnya," merujuk pada upaya penyitaan persediaan uranium tersebut.
Pada Sabtu (9/5/2026), media Israel melaporkan bahwa Presiden AS, Donald Trump, telah meyakinkan Netanyahu bahwa dia tidak bakal memberikan konsesi mengenai persediaan uranium tersebut.
Di sisi lain, pada Minggu pagi, Iran menanggapi rencana perdamaian terbaru AS dengan menyerukan kompensasi dari Amerika Serikat dan menekankan kedaulatannya atas Selat Hormuz. Teheran menolak rencana AS tersebut dan menggambarkannya sebagai "tuntutan berlebihan" nan mengabaikan "hak-hak mendasar bangsa Iran."
Meninjau Kembali Bantuan AS
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·