Netanyahu Tegaskan Israel Harus Mandiri dan Lepas dari Ketergantungan Militer AS

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Netanyahu Tegaskan Israel Harus Mandiri dan Lepas dari Ketergantungan Militer AS Benjamin Netanyahu.(Al Jazeera)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menyerukan agar negaranya meningkatkan otonomi militer dan mengurangi ketergantungan pada support Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini dirilis oleh instansi perdana menteri pada Selasa (23/6/2026), menyusul ketegangan diplomatik nan meningkat antara kedua sekutu dekat tersebut.

"Saya sangat menghargai support nan telah kami terima dari teman-teman Amerika kami, tetapi kita perlu melepaskan diri dari ketergantungan dan membangun jaringan persenjataan independen kita sendiri," ujar Netanyahu di hadapan perwira persediaan dalam kursus training di Tepi Barat nan diduduki.

Pernyataan tersebut disampaikan pada 18 Juni, hanya sehari setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati kesepakatan awal untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, langkah nan ditentang keras oleh pemerintah Israel. Netanyahu menegaskan bahwa Israel kudu bisa memproduksi persenjataannya sendiri guna menjamin keamanan nasional tanpa intervensi eksternal.

Rekam Jejak Bantuan Militer AS

Sejak pendiriannya pada 1948, Israel menjadi penerima support ekonomi dan militer AS terbesar di dunia. Berdasarkan info dari Council on Foreign Relations, Israel telah menerima lebih dari US$300 miliar (sekitar Rp5.340 triliun) setelah disesuaikan dengan inflasi.

Di bawah perjanjian nan ditandatangani pada 2016 dan bertindak sejak 2019, Israel menerima support finansial sekitar US$3,8 miliar per tahun untuk pembelian senjata. Jumlah ini mencakup sekitar 15 persen dari total anggaran pertahanan Israel dan dijadwalkan berjalan hingga tahun 2028.

Ambisi Kemandirian Netanyahu:

  • Januari: Menyatakan kepada The Economist sasaran kemandirian dalam satu dekade.
  • Mei: Menyatakan kepada CBS mau support AS mencapai nomor nol.
  • Mei 2025: Menyarankan Israel mulai menyapih diri dari support Washington.

Ketegangan dengan Washington

Meskipun Washington tetap menjadi sekutu terdekat, hubungan keduanya terus memanas mengenai langkah Israel mengelola bentrok sejak serangan 7 Oktober 2023. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini melontarkan kritik publik nan tajam terhadap Netanyahu, terutama saat perang Israel dengan Hizbullah di Libanon dianggap menakut-nakuti pembicaraan tenteram dengan Iran.

Perselisihan ini semakin meruncing setelah Presiden AS secara terbuka mengecam Israel dan Iran lantaran dianggap melanggar gencatan senjata nan mengakhiri perang 12 hari tahun lalu. Dengan dorongan untuk membangun jaringan persenjataan independen, Netanyahu tampaknya bersiap menghadapi masa depan di mana support tanpa syarat dari Gedung Putih tidak lagi bisa dipastikan. (AFP/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia