Nelayan Berhenti Melaut, Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan, Belasan Perahu Rusak

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Nelayan Berhenti Melaut, Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan, Belasan Perahu Rusak Sejumlah perahu nelayan di Dermaga Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah dan Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami kerusakan akibat berbenturan lantaran gelombang tinggi.(MI/KRISTIADI)

GELOMBANG tinggi terjadi di sepanjang Pantai Selatan Pulau Jawa. Ombak setinggi 2,5 meter hingga 3 meter menyebabkan belasan perahu nelayan  nan bersandar di Dermaga Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah dan Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, rusak.

Tidak ada korban jiwa. Namun, sekitar 300 nelayan terpaksa berakhir melaut lantaran rawan bagi keselamatan.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyadi mengatakan, cuaca ekstrem dan gelombang setinggi 2,5 meter hingga 3 meter telah membikin belasan perahu milik nelayan mengalami kerusakan. Angin kencang dari barat menyebabkan gelombang tinggi, sehingga membikin nelayan tidak bisa melaut.

"Ada 300 perahu milik nelayan tengah bersandar di Dermaga Pamayangsari. Belasan di antaranya rusak lantaran benturan. Kondisi dermaga sempit membikin perahu nelayan tidak bisa dipindah ke letak lain. Di pesisir pantai, salah satu rumah nelayan rusak diterjang gelombang," ungkapnya, Kamis (13/8).

Menurut dia, ratusan perahu terpaksa bersandar krena tidak bisa melaut. Nelayan tidak berani lantaran kondisi laut menakut-nakuti jiwa.
Di darat, nelayan memanfatkan waktu dengan memperbaiki jaring.

"Kami berambisi pemerintah mengambil kebijakan untuk merevitalisasi Dermaga Pamayangsari. Pembangunan dermaga jadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jabar," kata Dedi.

Dia menambahkan lantaran nelayan kesulitan menangkap ikan, saat ini pasokan ikan segar di pasar trasional menurun.

"Demi keselamatan, nelayan sepanjang pantai selatan mulai Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran tidak melaut lantaran gelombang tinggi. Biasanya dari seorang nelayan bisa menghasilkan satu kuintal ikan, sekaranrg semuanya berakhir melaut," tandasnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia