Pengadilan Agama Karawang Catat 5.000 Kasus Perceraian per Tahun, Mayoritas Gugatan dari Istri

Sedang Trending 45 menit yang lalu
Pengadilan Agama Karawang Catat 5.000 Kasus Perceraian per Tahun, Mayoritas Gugatan dari Istri Meja pengambilan akta pisah di Pengadilan Agama.(MI/RAMDANI)

PENGADILAN Agama Kabupaten Karawang, Jawa Barat menyebut gugatan perceraian nan diajukan oleh pihak istri lebih mendominasi dalam perkara perceraian nan ditangani lembaga peradilan tersebut.

"Hampir 70 persen gugatan cerai nan kami terima itu diajukan oleh pihak isteri. Sisanya gugatan pisah nan diajukan pihak suami," kata Humas Pengadilan Agama Karawang, Salah Umar di Karawang, Sabtu.

Ia mengatakan, cukup banyak aspek nan mempengaruhi terjadinya gugatan cerai. Namun gugatan pisah nan diajukan pihak isteri ini kebanyakan lantaran masalah nafkah keluarga.

Selain itu, ada pula pihak isteri mengusulkan gugatan pisah lantaran sang suami terlibat gambling online.

Jadi secara umum, penyebab terjadinya gugatan perceraian ini akibat aspek ekonomi.

Saleh mengatakan, kasus perceraian di Karawang ada juga nan disebabkan oleh kehadiran pihak ketiga, ialah sang suami alias istri nan terlibat perselingkuhan.

Kasus perceraian akibat perselingkuhan ini juga tetap berangkaian dengan kondisi ekonomi rumah tangga. Artinya, saat kondisi ekonomi pasangan suami-isteri sedang down, lampau masuk pihak ketiga, sampai akhirnya memicu perceraian.

Untuk aspek kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) nan memicu perceraian, sesuai dengan info Pengadilan Agama Karawang, angkanya relatif kecil.

"Mayoritas itu aspek ekonomi nan memicu perceraian," katanya.

Sementara dilihat dari golongan usia, kebanyakan masyarakat mengusulkan perceraian berada di golongan usia cukup muda, berkisar di usia 25 hingga 40 tahun.

Disebutkan, kasus perceraian nan ditangani Pengadilan Agama selama ini cukup tinggi. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, jumlah kasus perceraian di Karawang rata-rata menembus nomor 5.000 kasus per tahun. (Ant/Z-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia