Nekat Terobos Makkah, Pria Non Muslim Ini Pulang Jadi Mualaf

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pada akhir abad ke-19, bumi Islam dikejutkan oleh kisah seorang intelektual asal Belanda berjulukan Christiaan Snouck Hurgronje. Pria kelahiran 8 Februari 1857 itu dikenal sebagai salah satu orientalis paling kontroversial dalam sejarah lantaran sukses memasuki Kota Suci Makkah, wilayah nan saat itu tertutup bagi non-Muslim.

Setiap musim Haji, Makkah dikunjungi banyak orang dari beragam suku, ras, dan agama. Namun, pemerintah Arab Saudi cukup ketat menyeleksi setiap orang nan datang. Sebab patokan menetapkan non-Muslim dilarang masuk ke Makkah. Jika tetap nekat, maka orang tersebut bakal ditangkap.

Lahir dari family Kristen alim di Belanda, Snouck justru tumbuh dengan kesukaan besar terhadap Islam. Ayahnya merupakan seorang pendeta, tetapi sejak muda dia lebih tertarik mempelajari bahasa Arab, tradisi Timur Tengah, dan kehidupan umat Muslim. Bahkan, sebagian catatan menyebut Snouck kemudian menjadi ateis alias agnostik.

Hampir setiap hari dia berada di perpustakaan membaca banyak literatur soal bumi Islam. Dia juga mempelajari bahasa dan kebudayaan Islam. Tak heran, dia cukup fasih dan sangat mengerti Islam dibanding pemuda Eropa lain.

Ketertarikan terhadap bumi Islam membuatnya menulis penelitian pada 1880 di Universitas Leiden. Judulnya, Het Mekkaacnshe Feest (Perayaan Makkah). Menurut Hamid Algadri dalam Politik Belanda terhadap Islam dan keturunan Arab di Indonesia (1988), penelitian dibuat tanpa pernah dia datang ke Makkah dan hanya berasas pembacaan atas beragam sumber.

Keinginan laki-laki kelahiran 8 Februari 1857 ini untuk datang ke Makkah baru kesampaian pada Desember 1884. Bermodalkan biaya dari pemerintah Belanda, dia akhirnya tiba di Arab Saudi. Dia kemudian tinggal di Jeddah di kediaman temannya.

Dalam memoar, Snouck sadar susah untuk masuk Makkah mengingat statusnya sebagai non-Muslim. Apalagi jika mau melakukan penelitian tentang Islam. Maka, dia pun mengubah gambaran diri, ialah membikin nama baru dari Snouck Hurgronje menjadi Abdul Ghaffar.

Lalu, dia juga memutuskan untuk masuk Islam. Sekitar 1885, dia mengucap dua kalimat syahadat. Namun, keputusan pindah kepercayaan menuai perdebatan. Wim Van Den Doel dalam Snouck: Biografi Ilmuwan Christiaan Snouck Hurgronje (2023) menyebut, banyak orang tak percaya Snouck tulus masuk Islam.

Sebab, dia hanya memerlukan Islam sebagai identitas agar mudah masuk Makkah. Lebih dari itu, ada juga orang menganggap perpindahan kepercayaan dibuat agar Snouck bisa mengetahui kelemahan Islam.

Terlepas dari pro dan kontra, Snouck akhirnya tercatat secara manajemen sebagai Muslim dan melakukan tanggungjawab laki-laki Muslim dewasa, ialah sunat. Pada 21 Februari 1885, penis Snouck dipotong oleh tukang sunat. Kelak, pemotongan penis memudahkan jalannya menuju Makkah.

Saat tiba di Tanah Suci, Snouck awalnya tak diperbolehkan masuk oleh polisi Arab. Polisi menduga dia non-Muslim lantaran berpenampilan bentuk orang Eropa. Toh, susah juga membuktikan langsung apakah dia Muslim alias tidak dari identitas. Satu-satunya langkah adalah menunjukkan penis jejak disunat.

Alhasil, Snouck pun menurunkan celana dan menunjukkan penis jejak disunat kepada petugas. Dari sini, mereka percaya bahwa Snouck berakidah Islam. Maka, masuklah dia ke Makkah dan menjadikannya sebagai intelektual Eropa pertama nan tiba di Tanah Suci.

Selama di Makkah, Snouck sukses menyamar sebagai intelektual Muslim. Dia mengambil banyak bahan penelitian mengenai Islam, termasuk melakukan umrah. Namun, keberadaannya di Makkah hanya 6 bulan. Dia diusir otoritas mengenai nan mendapat laporan bahwa dia melakukan penyamaran. Alias memalsukan status Islam sekalipun sudah menunjukkan penis jejak sunat.

Meski begitu, Snouck tetap merampungkan penelitian. Kelak, dia menjadi penasihat unik pemerintah Belanda untuk mempelajari kehidupan umat Muslim di Indonesia. Pada 1890-an, dia tinggal di kota-kota Indonesia, dari Aceh hingga Jakarta, untuk memberi saran "menangani" umat Muslim Indonesia.

Sanggahan: Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik nan menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa sekarang lewat relevansinya di masa lalu. Lewat kisah seperti ini, CNBC Insight juga menghadirkan nilai-nilai kehidupan dari masa silam nan tetap bisa dijadikan pelajaran di hari ini.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News