3 Lokasi PSEL Gelombang Pertama Ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Penandatanganan PSEL Tahap 1 antara Pemerintah dengan BUPP PSEL di Kemenko Pangan, pada 21 April 2026. Foto: Kementerian Lingkungan Hidup

PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), anak perusahaan DIM nan berfokus pada pengembangan prasarana Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), menyambut baik penetapan tiga proyek akomodasi PSEL sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Ketiga proyek tersebut mencakup akomodasi PSEL di Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya, nan juga merupakan bagian dari gelombang pertama penyelenggaraan proyek PSEL.

Penetapan ini merujuk pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 nan memasukkan Program Pengelolaan Sampah Terpadu ke dalam Daftar Proyek Strategis Nasional, serta Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 dan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 mengenai percepatan pembangunan akomodasi pengolahan sampah menjadi daya berbasis teknologi ramah lingkungan.

Status PSN menegaskan pembangunan akomodasi pengolahan sampah menjadi daya sekarang menjadi bagian dari agenda prioritas nasional. Selain berkontribusi pada penyelesaian persoalan sampah perkotaan, proyek-proyek ini juga diharapkan mendukung peningkatan bauran daya terbarukan, pengurangan emisi, dan pembangunan prasarana perkotaan nan lebih berkelanjutan.

Sebagai perusahaan nan dibentuk untuk mengembangkan platform PSEL nasional, Denera bekerja mengembangkan proyek-proyek pengolahan sampah menjadi daya melalui investasi strategis, pemilihan teknologi, serta kemitraan lintas-sektor.

Penandatanganan PSEL Tahap 1 antara Pemerintah dengan BUPP PSEL di Kemenko Pangan, pada 21 April 2026. Foto: Kementerian Lingkungan Hidup

Pandu Sjahrir, Chief Executive Officer DIM, mengatakan penetapan PSN terhadap tiga proyek ini merupakan momentum krusial dalam membangun fondasi industri PSEL Indonesia.

"Melalui Denera, kami mau membantu percepatan realisasi ekosistem Waste- to-Energy nan bisa menjadi bagian dari solusi jangka panjang atas tantangan pengelolaan sampah di Indonesia," jelas dia.

"Penetapan PSN terhadap di tiga letak gelombang pertama ini menunjukkan komitmen Pemerintah untuk menghadirkan solusi nan terintegrasi untuk mengatasi krisis sampah. Inisiatif ini mencakup perbaikan sistem pengelolaan sampah, pengurangan ketergantungan pada TPA, hingga optimasi pemanfaatan sampah menjadi energi," terangnya.

Penetapan PSN dilakukan melalui Surat Keterangan Proyek Strategis Nasional nan diterbitkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia kepada masing-masing Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) di ketiga letak tersebut.

Tiga BUPP nan telah memperoleh status PSN tersebut adalah:

  • PSEL Kota Bekasi (Provinsi Jawa Barat) nan dilaksanakan oleh Bekasi Environment Nusantara;

  • PSEL Bogor Raya (Provinsi Jawa Barat) nan dilaksanakan oleh Nusantara Bogor New Energy;

  • PSEL Denpasar Raya (Provinsi Bali) nan dilaksanakan oleh Nusantara Bali New Energy.

Sejumlah perangkat berat eskavator memindahkan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Bantargebang, Cikiwul, Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/5/2026). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO

Ketiga BUPP ini dibentuk berasas pemilihan mitra PSEL oleh DIM, di mana BUPP bakal bertanggung jawab atas pengembangan serta penyelenggaraan proyek di masing-masing letak sesuai rencana dan tata kelola nan telah disepakati berbareng pemerintah.

Dengan status PSN, proyek-proyek tersebut bakal memperoleh support penyelenggaraan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, fasilitasi penyelesaian halangan proyek, serta beragam instrumen nan diperlukan untuk memastikan pembangunan melangkah secara efisien dan sesuai target.

“Penetapan PSN ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah melalui PSEL bukan lagi sekadar kebutuhan daerah, melainkan bagian dari kepentingan strategis nasional. Bagi Denera, status ini tidak hanya mempercepat realisasi di tiga letak awal, tetapi juga menjadi injakan krusial bagi pengembangan akomodasi PSEL di lokasi-lokasi berikutnya," jelas Fadli Rahman selaku Chief Executive Officer Denera.

Sebagai bagian dari upaya transformasi pengelolaan sampah nasional, DIM dan Denera memandang ketiga proyek ini sebagai fondasi awal pengembangan ekosistem PSEL di Indonesia. Melalui kerjasama dengan pemerintah, pemerintah daerah, mitra teknologi, dan

berbagai pemangku kepentingan, Denera berupaya menghadirkan solusi nan tidak hanya menjawab tantangan persampahan perkotaan, tetapi juga menciptakan nilai lingkungan, sosial, dan ekonomi nan berkepanjangan bagi masyarakat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan