Negosiasi Damai Gagal, Kanselir Jerman Sebut Iran Telah Permalukan Amerika Serikat

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Negosiasi Damai Gagal, Kanselir Jerman Sebut Iran Telah Permalukan Amerika Serikat

Kanselir Jerman Friedrich Merz. (Foto: X)

JAKARTA — Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyatakan bahwa Iran telah "mempermalukan" Amerika Serikat (AS) dengan membawa utusan Washington ke Pakistan untuk melakukan pembicaraan nan tidak membuahkan hasil. Pernyataan Merz ini memperlihatkan keretakan antara AS dengan sekutu-sekutu Eropanya mengenai ketegangan di Iran.

Berbicara di depan para mahasiswa di Marsberg pada Senin (27/4/2026), Merz mengatakan bahwa Iran "jelas sangat terampil dalam bernegosiasi, alias lebih tepatnya, sangat terampil dalam tidak bernegosiasi; membiarkan Amerika pergi ke Islamabad dan kemudian pergi lagi tanpa hasil apa pun."

“Seluruh bangsa (AS) dipermalukan oleh kepemimpinan Iran, terutama oleh apa nan disebut Garda Revolusi ini. Karena itu, saya berambisi ini berhujung secepat mungkin,” kata Merz, sebagaimana dilansir Reuters.

Krisis Iran nan berkepanjangan terus membikin hubungan antara Washington dan mitra NATO-nya semakin tegang. Baru-baru ini, sebuah memo Pentagon nan bocor tampaknya menunjukkan bahwa AS mempertimbangkan opsi untuk menghukum sekutu nan tidak mendukung Presiden Donald Trump dalam misi militernya di Iran.

Merz, nan mengizinkan AS menggunakan pangkalan udara Ramstein untuk mengoordinasikan serangan terhadap Iran, mengatakan bahwa dia tidak dapat memandang strategi keluar (exit strategy) nan dikejar Trump untuk mengakhiri konflik. Trump sendiri mengeklaim bentrok telah dihentikan sementara sampai kesepakatan tercapai.

“Jika saya tahu bahwa ini bakal bersambung seperti ini selama lima alias enam minggu dan semakin memburuk, saya bakal mengatakannya kepada beliau dengan lebih tegas,” kata Merz. Ia membandingkan bentrok di Iran dengan perang berkepanjangan Washington di Irak dan Afghanistan.

Kebuntuan Diplomatik

Prospek perdamaian kembali tertutup pada Sabtu (25/4/2026) ketika Trump membatalkan rencana untuk mengirim delegasi ke Islamabad guna berjumpa dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Araghchi membawa proposal baru nan membayangkan pembicaraan secara bertahap, dengan rumor nuklir dikesampingkan pada tahap awal.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com