Negara Harus Benahi Sistem Keselamatan Transportasi Laut

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Negara Harus Benahi Sistem Keselamatan Transportasi Laut Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko (kanan).(dok.istimewa)

ANGGOTA Komisi V DPR RI, Sudjatmiko, menyampaikan duka cita nan mendalam atas musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, saat berlayar dari Surabaya menuju Makassar.

Berdasarkan perkembangan penanganan hingga saat ini, musibah tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia, sementara ratusan penumpang sukses dievakuasi dalam operasi pengamanan besar-besaran nan melibatkan Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta beragam unsur terkait. Proses identifikasi korban dan pencocokan info manifes juga tetap terus dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang terdata dengan baik.

“Saya menyampaikan belasungkawa nan sedalam-dalamnya kepada seluruh family korban. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan nan Maha Esa serta family nan ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Kepada para korban nan selamat, semoga segera pulih dan dapat kembali berkumpul berbareng keluarga,” ujar Sudjatmiko, dalam keterangannya, Rabu (5/8).

Sebagai personil Komisi V DPR RI nan membidangi sektor prasarana dan transportasi, Sudjatmiko menegaskan bahwa tragedi ini kudu menjadi sirine serius bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem keselamatan pelayaran nasional.

“Kecelakaan transportasi laut tidak boleh terus berulang. Keselamatan penumpang kudu menjadi prioritas utama. Saya meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan independen agar penyebab kebakaran dapat diketahui secara objektif, sekaligus menjadi dasar pertimbangan terhadap kelaikan kapal, standar operasional, prosedur keselamatan, hingga sistem pengawasan nan dilakukan regulator,” tegasnya.

Sudjatmiko memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, para nelayan, serta seluruh unsur SAR campuran nan bergerak sigap melakukan pemindahan dan pencarian korban.

Menurutnya, kecepatan respons dan koordinasi lintas lembaga menjadi aspek krusial nan sukses menyelamatkan ratusan penumpang dalam situasi darurat di tengah laut.

“Saya mengapresiasi dedikasi dan profesionalisme seluruh personel Basarnas, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, serta semua pihak nan terlibat. Respons sigap mereka menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi keselamatan masyarakat. Saya juga memberikan penghargaan atas optimasi beragam sarana penyelamatan, termasuk penggunaan Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal-kapal penyelamat, drone udara, dan peralatan pencarian lainnya nan sangat membantu mempercepat proses pemindahan maupun pencarian korban di laut,” katanya.

Selain pertimbangan terhadap aspek penyebab kebakaran, Sudjatmiko menilai pemerintah perlu melakukan penguatan standar keselamatan kapal penumpang, khususnya pada sistem perlindungan kebakaran.

“Indonesia merupakan negara kepulauan dengan aktivitas pelayaran nan sangat tinggi. Karena itu, setiap kapal penumpang kudu mempunyai sistem pemadam kebakaran nan betul-betul andal, mulai dari penemuan dini, sistem sprinkler, pompa kebakaran, hingga jaringan fire main system nan bisa memanfaatkan air laut sebagai sumber pasokan air untuk pemadaman. Sistem tersebut kudu diuji secara berkala agar dapat berfaedah optimal ketika keadaan darurat terjadi,” ujarnya.

Menurut Sudjatmiko, keberadaan perangkat pemadam api portabel saja tidak cukup andaikan tidak didukung oleh sistem pemadam tetap nan bisa menjangkau seluruh area kapal. Oleh lantaran itu, dia mendorong Kementerian Perhubungan untuk mengevaluasi standar perlindungan kebakaran di seluruh kapal penumpang, termasuk memastikan kesiapan peralatan, penyelenggaraan simulasi keadaan darurat secara berkala, serta peningkatan kompetensi awak kapal dalam menangani kebakaran di atas kapal.

“Keselamatan pelayaran tidak boleh hanya berjuntai pada keberanian kru saat menghadapi musibah, tetapi kudu ditopang oleh sistem keselamatan nan modern, andal, serta memenuhi standar nasional maupun internasional. Pencegahan kudu menjadi prioritas utama agar setiap kapal mempunyai keahlian merespons kebakaran sejak awal sebelum api membesar,” tegasnya.

Komisi V DPR RI, lanjut Sudjatmiko, bakal terus mengawal proses investigasi nan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berbareng Kementerian Perhubungan, termasuk memastikan adanya pertimbangan menyeluruh terhadap operator kapal, kepatuhan terhadap standar keselamatan pelayaran, kecermatan info manifes penumpang, serta penguatan sistem pengawasan transportasi laut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Tragedi ini kudu menjadi titik kembali pembenahan keselamatan transportasi laut Indonesia. Negara kudu memastikan setiap masyarakat memperoleh jasa transportasi nan aman, nyaman, dan berkeselamatan melalui pengawasan nan lebih ketat, penegakan izin nan konsisten, serta penguatan kapabilitas lembaga pengamanan dan seluruh sistem keselamatan pelayaran nasional,” tutup Sudjatmiko. (Cah/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia