NDX A.K.A saat tampil dalam PRIMARIA FEST Bekasi nan digelar di Lapangan Parkir Transera Park, Bekasi.(Dok. MI)
MUSIK koplo sekarang semakin melekat dalam kultur musik Indonesia. Namun, bagi NDX A.K.A, pencapaian tersebut belum menjadi titik akhir. Duo tersebut berambisi koplo bisa melangkah lebih jauh dan menjadi salah satu warna musik Indonesia nan dikenal di pasar internasional.
Harapan itu disampaikan NDX A.K.A saat tampil dalam PRIMARIA FEST Bekasi nan digelar di Lapangan Parkir Transera Park, Bekasi.
Menurut NDX A.K.A, masyarakat Indonesia saat ini sudah semakin familiar dengan koplo. Posisi aliran tersebut nan telah mempunyai pedoman pendengar luas dinilai menjadi modal untuk memperluas jangkauannya ke panggung global.
"Semoga musik koplo bisa mendunia. Kalau untuk saat ini, insyaallah kebanyakan Indonesia sudah oke, sudah mengerti lantaran koplo sendiri sudah menjadi culture sendiri di Indonesia. Jadi angan kita semoga bisa go international," ujar NDX A.K.A.
Keinginan membawa musik lokal ke jangkauan nan lebih luas juga sejalan dengan semangat PRIMARIA FEST. Festival tersebut berkomitmen membawa Indonesian Bounce Music (IBM) ke panggung nan lebih luas sekaligus membuka ruang kerjasama antara artis, komunitas, dan audiens.
PRIMARIA FEST Bekasi mengusung pendekatan experience-driven dengan memadukan pagelaran musik dan keterlibatan langsung penonton. Interaksi real-time antara artis dan audiens, sesi sing along, hingga beragam aktivitas partisipatif menjadi bagian dari pengalaman festival.
Selain NDX A.K.A sebagai headliner utama, pagelaran tersebut menghadirkan DNA, TENXI, Juan Reza, OM Lorensa, OM Abidin, dan Pemandu Karaoke Sedih. Perpaduan penampil membawa beragam warna, mulai dari koplo modern, bounce music, hingga pagelaran interaktif.
Bagi NDX A.K.A, berkembangnya koplo juga tidak bisa hanya bertumpu pada ketenaran satu alias dua nama besar. Regenerasi dan keberanian musisi baru untuk menawarkan karakter berbeda menjadi bagian krusial agar aliran tersebut terus berkembang.
Karena itu, NDX A.K.A mendorong musisi muda untuk tidak sekadar mengikuti formula musik nan sudah lebih dulu populer. Identitas dalam berkarya justru dinilai krusial agar koplo tidak berakhir pada pengulangan karya nan sudah ada.
"Silakan membikin musik koplo apa pun jenis kalian, tetap jadi diri kalian sendiri," katanya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa ruang eksplorasi dalam musik koplo tetap terbuka lebar. Musisi baru dapat membawa pengaruh dan style masing-masing tanpa kudu kehilangan karakter personal.
NDX A.K.A juga mengingatkan agar kesuksesan tidak menjadi satu-satunya tujuan ketika seseorang mulai berkarya. Konsistensi dan ketulusan dalam membikin musik, menurut mereka, perlu dibangun lebih dahulu.
"Jangan berambisi kalian menjadi sukses, tapi berkaryalah dengan hati nan tulus lantaran kesuksesan itu Allah nan menentukan," ujarnya.
Di tengah semakin beragamnya warna musik terkenal Indonesia, NDX A.K.A memandang kesempatan bagi musisi untuk terus bereksperimen sekaligus memperluas pasar. Kehadiran ruang seperti PRIMARIA FEST juga menjadi salah satu wadah pertemuan antara musik, musisi, komunitas, dan pendengar.
Dalam kesempatan nan sama, NDX A.K.A turut menyampaikan perhatian terhadap masyarakat nan tengah menghadapi bencana. Mereka berencana membujuk penonton bermohon berbareng bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur nan terdampak musibah, serta menyinggung masyarakat di Kalimantan nan terdampak kebakaran dan asap.
Bagi NDX A.K.A, perjalanan koplo tetap panjang. Harapannya, aliran tersebut tak hanya menjadi tren alias bagian dari kultur musik di dalam negeri, tetapi juga bisa tumbuh menjadi salah satu identitas musik Indonesia nan dikenal lebih luas di dunia. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·