Napak Tilas Lokasi Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Warga bersepeda saat Peringatan 30 Hari Pasca Serangan Air Keras terhadap aktivis Andrie Yunus di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta, Minggu (12/4/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Sebanyak 53 orang melakukan napak tilas, menyusuri rute kejadian penyiraman air keras nan menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, pada Minggu (12/4). Ini dilakukan dalam rangka memperingati satu bulan terjadinya kejadian tersebut.

Rombongan napak tilas ini dipimpin oleh aktivis HAM sekaligus personil Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD), Fatia Maulidiyanti, dan personil Perempuan Mahardika, Sarah. Polisi turut mengawal tindakan ini.

Gerakan Solidaritas untuk Andrie Yunus menghelat agenda walking tour ke sejumlah titik TKP penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Minggu (12/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Perjalanan diawali dari Kantor YLBHI, Jakarta Pusat. Alasannya, Andrie berada di sana sebelum akhirnya disiram air keras dalam perjalanan pulangnya.

Sarah menjelaskan, di sekitar instansi YLBHI juga merupakan tempat para pelaku penyiraman air keras mengintai Andrie. Para pelaku juga sempat terekam kamera CCTV.

"Di sebelah sana (seberang), nan ada pohon itu, itu adalah pos di mana OTK (orang tak dikenal) 1 dan 2 melakukan standby," ucap Sarah.

Sarah menyebut, ada enam sampai tujuh orang nan diduga bersekongkol di sana sebelum akhirnya Andrie dibuntuti.

Gerakan Solidaritas untuk Andrie Yunus menghelat agenda walking tour ke sejumlah titik TKP penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, Minggu (12/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Perjalanan kemudian bersambung ke SPBU Cikini, letak Andrie sempat mengisi bahan bakar sepeda motor nan ditumpanginya. Di letak ini, Andrie disebut sudah dibuntuti oleh beberapa orang.

"Tempat mereka dari seberang YLBHI depan, terus mereka (pelaku) melawan arah sampai dengan SPBU Cikini. Ada sekitar dua motor nan mengikuti Andrie, berfaedah ada empat orang," ujar Fatia.

Di sini, salah seorang peserta, Hema (29), nan juga merupakan kawan Andrie, menyampaikan perasaannya. Ia mengaku trauma.

"Saya sendiri setiap memandang foto Andrie itu mengingatkan sebuah video nan saat itu beredar, mendapatkan penyiraman air keras dengan teriakan air keras juga, sampai hari ini pelakunya belum jelas sampai sekarang," ucap Hema lirih.

Gerakan Solidaritas berada di Taman Diponegoro, Jakarta Selatan sedang menulis pesan untuk Andrie Yunus nan sedang menjalani perawatan di RSCM, Minggu (12/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Setelah dari SPBU Cikini, rombongan melanjutkan perjalanannya ke Taman Diponegoro. Di situ, semua peserta menuliskan pesan di secarik kertas nan bakal diberikan kepada Andrie.

Selepasnya, rombongan bersambung ke Jalan Talang, tempat penyiraman air keras terjadi. Di sana, digelar tindakan solidaritas dengan memasang pita pink hingga angan bersama.

Gerakan simbolik dari solidaritas untuk Andrie Yunus dengan tali pita dan kembang di Jalan Talang, Salemba, Jakarta Selatan pada Minggu (12/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan
Gerakan simbolik dari solidaritas untuk Andrie Yunus dengan tali pita dan kembang di Jalan Talang, Salemba, Jakarta Selatan pada Minggu (12/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Ada juga mural nan dibuat oleh tiga muralis, ialah Kemas, Zulfi, dan Ale. Mural itu menggambarkan wajah Andrie beserta namanya, lampau di bagian kanan menunjukkan siluet 16 orang nan menandakan jumlah pelaku.

Mural bergambarkan Andrie Yunus dan proses pembuatannya nan berada di Jalan Talang, Salemba, Jakarta Selatan pada Minggu (12/4/2026). Foto: Ryan Iqbal/kumparan

Aksi pun diakhiri dengan pernyataan sikap nan mewakili Gerakan Solidaritas untuk Andrie Yunus.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan