Musim Kemarau, Sumber Air Baku PDAM Tirta Bangka di Merawang Menyusut

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Musim Kemarau, Sumber Air Baku PDAM Tirta Bangka di Merawang Menyusut (MI/Rendy)

MEMASUKI musim kemarau, debit air pada sumber air baku milik Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Bangka nan berlokasi di Kolong Merawang, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mulai menunjukkan tren penyusutan. Meski demikian, pihak manajemen memastikan pengedaran air bersih kepada pengguna tetap melangkah normal.

Direktur PDAM Tirta Bangka, Abdi Nursahri, mengonfirmasi bahwa penurunan volume air di salah satu sumber utama masyarakat Merawang tersebut terjadi cukup signifikan seiring dengan intensitas hujan nan berkurang.

"Ya benar, memasuki musim tandus ini, sumber air baku kita di Merawang jauh sekali menyusutnya," ujar Abdi pada Jumat (12/6/2026).

Langkah Antisipasi dan Sumber Cadangan

Menyikapi kondisi tersebut, PDAM Tirta Bangka menyiapkan langkah kontingensi dengan menyiagakan sumber air baku cadangan. Lokasi persediaan ini berada di kolong lain nan letaknya tepat di depan Kolong Merawang alias di samping area PLN.

Abdi menjelaskan bahwa penggunaan sumber persediaan ini merupakan skenario utama jika kolong utama sudah tidak bisa lagi memompa air ke ribuan pengguna di wilayah Bangka.

"Kolong depannya nan di samping PLN menjadi cadangan, kalau kolong utama itu sudah tidak bisa mengalirkan air ke ribuan pengguna di Bangka," tambahnya.

Status Distribusi Saat Ini: Hingga saat ini, pengalihan ke sumber air persediaan belum dilakukan. PDAM Tirta Bangka menilai debit di kolong utama tetap mencukupi untuk didistribusikan secara teknis kepada masyarakat tanpa hambatan berarti.

Imbauan kepada Masyarakat

Pihak PDAM mengimbau agar pengguna tidak perlu merasa cemas secara berlebihan mengenai kesiapan air bersih selama musim tandus tahun ini. Manajemen menjamin bahwa stok air baku nan ada saat ini tetap dalam kategori kondusif untuk memenuhi kebutuhan harian.

"Jangan khawatir, sumber air baku kita tetap mencukupi untuk pengedaran air bersih ke pelanggan," pungkas Abdi.

Masyarakat diharapkan tetap bijak dalam menggunakan air bersih guna menjaga stabilitas pasokan selama periode tandus berlangsung. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia