Melayang di Atas Sungai dan Jalan, Investasi Pedestrian Deck Dukuh Atas Rp 300 M

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pramono Anung resmikan Pencanangan Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jakarta, (21/6/2026). Foto: Dok. MRT Jakarta

PT MRT Jakarta (Perseroda) bakal menggelontorkan investasi sekitar Rp 300 miliar untuk membangun jembatan pejalan kaki (Pedestrian Deck) Dukuh Atas berbentuk bundar, sehingga dikenal dengan jembatan donat.

Jembatan penyebrangan ini bakal menyambungkan Stasiun KRL Sudirman, MRT Dukuh Atas, Stasiun KRL BNI City, hingga stasiun LRT Jabodebek dan LRT Jakarta. Kawasan Dukuh Atas saat ini terbagi menjadi empat kuadran akibat perpotongan dua prasarana utama, ialah Sungai Ciliwung dan Jalan Sudirman, sehingga menyulitkan aksesibilitas pejalan kaki.

Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, mengatakan proyek ini telah menyelesaikan kreasi dasar (basic design) dan memulai proses tender kontraktor.

Sebelumnya, perusahaan telah melakukan kajian pra uji kepantasan (feasibility study/FS) dengan pemerintah Jepang melalui Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) dan Urban Renaissance.

"Ini lagi tender ya. Tapi kita sudah umumin kemarin (investasi) roughly Rp 300-an miliar," ungkap Agus kepada awak media di instansi PT MRT Jakarta Transport Hub Dukuh Atas, Kamis (30/7).

Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan dan TOD Planning Department Head PT MRT Jakarta, Sagita Devi, di Transport Hub Dukuh Atas, Kamis (30/7/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparan

Agus menjelaskan, sejauh inii pendanaan pembangunan bakal didukung sepenuhnya dari MRT Jakarta, tanpa penanaman modal swasta (private placement), sehingga aset nan bakal dibangun menjadi kewenangan milik perusahaan berbareng Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Kalau misalnya ada pendanaan lain, kelak larinya ke rumor aset. Kalau sekarang, jika kita bangun dengan biaya MRT, asetnya punya MRT jadi ketika kelak kita bangun di atas (lahan) Pemprov, urusan asetnya enak, bahwa kita menyewa lahan Pemprov, asetnya punya MRT," tuturnya.

Dia pun menargetkan pada November 2026, pekerjaan Pedestrian Deck Dukuh Atas bisa dimulai oleh kontraktor nan terpilih, dan proyek diharapkan dapat rampung pada akhir tahun 2028.

"Basic design sudah selesai, sekarang kita lagi tender kontraktor, dengan angan mudah-mudahan di November bisa on board kontraktornya ya, targetnya mudah-mudahan beres di akhir 2028," tutur Agus.

Pramono Anung resmikan Pencanangan Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jakarta, (21/6/2026). Foto: Dok. MRT Jakarta

Buka Potensi Naming Rights

Sementara itu, TOD Planning Department Head PT MRT Jakarta, Sagita Devi, menambahkan bahwa investasi bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Ke depannya, perusahaan membuka kemungkinan menerima pinjaman (loan).

"Untuk saat ini sebagian bakal menggunakan biaya MRT, sebagian kita sedang rencananya bakal menggunakan loan," kata Sagita.

Sagita menjelaskan, MRT Jakarta juga bakal membuka kemungkinan kerja sama komersial untuk penamaan Pedestrian Deck namalain naming rights. Saat ini pencarian mitra tengah dilakukan perusahaan.

"Kemarin juga Pak Gubernur (DKI Jakarta) juga sempat meng-encourage untuk para pemilik lahan dan pemilik gedung di sini untuk dapat mengambil naming rights-nya ini sendiri, lantaran Pedestrian Deck Dukuh Atas ini kan juga bisa menjadi salah satu ikon baru di Jakarta," jelasnya.

Pasalnya, dia menilai bahwa Pedestrian Deck Dukuh Atas bakal menjadi percontohan bagi proyek serupa di kemudian hari, lantaran kompleksitas jembatan ini nan kudu melintasi sungai, jalan raya, hingga jalan layang (fly over).

"Mungkin di luar negeri ada nan Cincin Donut juga, hanya memang situasi kondisinya juga tantangannya berbeda lantaran enggak melewati sungai, enggak melewati ada flyover. Jadi ini juga bisa jadi salah satu pembelajaran arsitektur dan sipil," ungkap Sagita.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan