Jembatan di Bantul Berisiko Longsor, DPRD DIY Desak Mitigasi Bencana Dipercepat

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Komisi A DPRD DIY melakukan monitoring akibat musibah berbareng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul dan tokoh masyarakat pada Kamis (30/7/).

Komisi A DPRD DIY menemukan potensi longsor di sekitar jembatan Jalan Sembungan, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, setelah struktur penopang jembatan mengalami keretakan dan kondisi tanah di bantaran sungai bergeser. Kondisi tersebut dinilai berisiko menakut-nakuti keselamatan penduduk lantaran jalur tersebut mempunyai arus lampau lintas nan cukup padat.

Temuan itu didapat saat Komisi A DPRD DIY melakukan monitoring akibat musibah berbareng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul dan tokoh masyarakat pada Kamis (30/7/). DPRD DIY meminta penanganan mitigasi dilakukan segera untuk mencegah kerusakan lebih parah dan potensi korban jiwa.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto saat melakukan monitoring akibat bencana, Kamis (30/7/).

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan kondisi struktur penopang dan tanah di area bantaran sungai tersebut tergolong labil. Saat ini, tebing sungai disebut hanya memperkuat dengan perakaran pohon bambu.

"Kondisi struktur penopang dan tanah di area bantaran sungai tersebut tergolong sangat labil dan sudah bergeser, tebing sungai hanya ditopang oleh perakaran pohon bambu. Kita catat ada potensi ancaman dan padatnya arus lampau lintas di jalur tersebut," kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY, Kamis (30/7/).

Menurut Eko, penanganan jangka pendek diperlukan untuk mengurangi akibat musibah di letak tersebut. DPRD DIY bakal membahas langkah teknis berbareng pihak mengenai dalam rapat kerja nan dijadwalkan pada Senin pekan depan.

"Hari ini teman-teman Komisi A ditemani BPBD Kabupaten Bantul berbareng tokoh-tokoh masyarakat memandang ada potensi musibah longsor di sepanjang sungai ini. Arus lampau lintasnya juga cukup padat, sehingga keselamatan pengguna jalan maupun keselamatan penduduk kudu dikedepankan. Harapan saya Pak Bupati Bantul kudu cekat-ceket menyelesaikan ini untuk memastikan keselamatan penduduk sekitar," kata Eko Suwanto.

Komisi A DPRD DIY melakukan monitoring akibat musibah berbareng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul dan tokoh masyarakat pada Kamis (30/7/).

Selain persoalan prasarana rawan bencana, Komisi A DPRD DIY juga menyoroti akibat musim tandus nan menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kekeringan. Wilayah terdampak berada di Kabupaten Bantul, Gunungkidul, dan Sleman.

Eko mengatakan pemerintah wilayah perlu memastikan kesiapan anggaran nan cukup untuk mendukung mitigasi musibah kekeringan, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.

"Kita sudah menerima laporan akibat musibah musim kemarau. Mitigasi akibat musibah diperlukan agar masyarakat tetap tercukupi kebutuhan air bersih. Tentu pemda kudu tangani dengan mobilitas sigap sesuai dengan keahlian anggaran nan ada. Anggaran kudu memadai untuk mendukung mitigasi musibah kekeringan," kata Eko Suwanto.

Komisi A DPRD DIY melakukan monitoring akibat musibah berbareng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul dan tokoh masyarakat pada Kamis (30/7/).

Komisi A DPRD DIY mendorong adanya pola penanganan musibah nan lebih komprehensif, termasuk pengelolaan area sungai untuk mengurangi akibat musibah di masa mendatang. Salah satu konsep nan bakal dibahas adalah pembentukan program “Sungai Aman Bencana”.

Konsep tersebut nantinya bakal dirumuskan berbareng Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) sebagai upaya memperkuat mitigasi area sungai, melengkapi program nan sudah melangkah seperti Desa Tangguh Bencana, Kelurahan Tangguh Bencana, dan Satuan Pendidikan Aman Bencana.

"Ada kebutuhan mobilitas sigap penanganan jangka pendek, sekaligus perlu juga izin dan konsep baru penanganan sungai secara komprehensif. Senin depan kita koordinasi, merumuskan berbareng BBWSO apa nan disebut dengan Sungai Aman Bencana,” tegasnya

Eko berambisi konsep mitigasi berbasis sungai tersebut dapat menjadi langkah baru dalam memperkuat kesiapsiagaan musibah di DIY.

"Kita sudah punya Desa Tangguh Bencana, Kelurahan Tangguh Bencana, punya Satuan Pendidikan Aman Bencana, ke depan saya minta support masyarakat untuk kita lahirkan Sungai Aman Bencana," tutupnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan