Musim Kemarau Lebih Panjang, Dinkes Jabar Waspadai Diare hingga ISPA

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Musim Kemarau Lebih Panjang, Dinkes Jabar Waspadai Diare hingga ISPA Ilustrasi(magnific)

DINAS Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat (Jabar) menganjurkan masyarakat menjaga kesehatan agar terhindar dari beragam penyakit saat musim kemarau nan tahun ini diprediksi lebih kering dan panjang. Beberapa penyakit nan biasa muncul saat kemarau ekstrem, di antaranya diare, inspeksi saluran pernafasan (ISPA), dehidrasi dan malnutrisi.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Jabar Vini Adiani Dewi menuturkan, musim tandus esktrem mengakibatkan pasokan air bersih menurun sehingga kebersihan berkurang. Kondisi itu menjadikan virus dan kuman terkonsentrasi sehingga beberapa penyakit berkembang, seperti diare. 

Selain air bersih berkurang, musim tandus juga biasanya disertai kondisi udara nan lembab. Hal itu berisiko mengakibatkan dehidrasi alias tubuh kehilangan cairan saat suhu tinggi. Waspadai pula kondisi suhu tubuh meningkat secara drastis (heatstroke). 

"Apabila mengalami indikasi suhu tubuh lebih dari 40 derajat celsius, kulit panas dan merah, pusing, muntah, segera cari pertolongan medis," ucapnya Minggu (21/6).

Penyakit lain lanjut Vini nan biasanya menyerang tubuh saat tandus adalah ISPA. Penyakit tersebut muncul lantaran asap dan kualitas udara nan jelek saat kemarau. Kemarau panjang juga mengakibatkan kekeringan sehingga mengurangi produksi pangan.

Malnutrisi merupakan kondisi nan bisa muncul lantaran kondisi itu. Untuk menghindari beragam penyakit, masyarakat diimbau melakukan langkah preventif, seperti minum dan rehat nan cukup, menggunakan payung alias topi saat beraktivitas di bawah terik mentari serta mengonsumsi makanan bergizi.

"Langkah krusial lain nan perlu dilakukan ialah menjaga kebersihan lingkungan dan menanam pohon.  Jangan membakar sampah dan lahan," jelasnya. (AN)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia