Salah satu pegiat musik koplo dan Indonesian Bounce Music (IBM).(Dok. Instagram)
PERKEMBANGAN musik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan besar dalam selera dan langkah anak muda menikmati hiburan. Genre seperti koplo dan Indonesian Bounce Music (IBM), nan dulu kerap dipandang sebagai musik alternatif alias sekadar guilty pleasure, sekarang semakin diterima sebagai bagian dari budaya pop generasi masa kini.
Perubahan ini terlihat dari gimana musik lokal berbasis ritme energik tersebut tidak lagi hanya hidup di ruang-ruang komunitas, playlist pribadi, alias konten digital, tetapi juga mulai menempati panggung pagelaran dengan audiens nan lebih luas.
Momentum inilah nan menjadi latar hadirnya PRIMARIA FEST 2026 di Tegal. Festival nan digelar pada 5 Juni 2026 di Lapangan Parkir Rita Mall, Tegal ini mengangkat Indonesian Bounce Music ke panggung utama melalui konsep pagelaran nan interaktif, ekspresif, dan berbasis pengalaman audiens.
“PRIMARIA FEST adalah platform pagelaran nan diinisiasi oleh RESONINE dengan konsentrasi membangun ekosistem imajinatif melalui musik, pengalaman, dan komunitas. Kami mau menghadirkan format pagelaran nan tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga pengalaman kolektif nan terasa lebih dekat, personal, dan partisipatif,” ungkap Festival Director PRIMARIA FEST, Reza Lubis, Kamis (4/6).
Mengusung pendekatan experience-driven, PRIMARIA FEST tidak hanya berfokus pada pagelaran musik, tetapi juga mendorong keterlibatan penonton melalui hubungan real-time antara artis dan audiens, komponen sing along, serta beragam aktivasi partisipatif nan memperkuat hubungan emosional sepanjang festival.
Untuk jenis Tegal, PRIMARIA FEST menghadirkan NDX A.K.A dan Whisnu Santika sebagai headliner utama. Keduanya dikenal mempunyai pedoman pendengar kuat di kalangan penikmat koplo, Indonesian Bounce Music, dan musik terkenal berbasis komunitas. Selain itu, pagelaran ini juga bakal dimeriahkan oleh Tenxi, Juan Reza, OM Lorenza, Jammin Love, serta Mentik Wangi.
Kombinasi line-up tersebut mencerminkan gimana koplo dan Indonesian Bounce Music kini semakin melebur dengan kultur intermezo anak muda, dari panggung organisasi hingga pagelaran berskala lebih besar.
“Lewat PRIMARIA FEST, kami mau mengubah langkah menikmati musik. Dari sekadar menyaksikan pagelaran menjadi pengalaman berbareng nan lebih emosional, ekspresif, dan menyenangkan,” tambah Reza.
Lebih dari sekadar agenda hiburan, PRIMARIA FEST datang sebagai ruang untuk merayakan musik lokal tanpa stigma. Festival ini mau menunjukkan bahwa musik nan dulu dianggap pinggiran sekarang telah menjadi bagian krusial dari ekspresi budaya generasi muda Indonesia. Informasi mengenai tiket dan perincian aktivitas PRIMARIA FEST Tegal 2026 dapat dipantau melalui IG resmi @primaria_id. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·