Jakarta -
Kiswah Ka'bah mulai diangkat sebagian sejak awal April 2026. Fenomena ini menjadi pemandangan langka lantaran memperlihatkan bagian bawah gedung suci umat Islam di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi tanpa penutup kain hitamnya.
Momen tersebut merupakan bagian dari rangkaian tradisi tahunan mengenai penggantian kiswah. Menjelang proses tersebut, ada sejumlah kebenaran menarik mulai dari tujuan pengangkatan hingga sejarah panjang pergantian kiswah Ka'bah.
Kiswah Ka'bah Mulai Diangkat Sebagian
Menjelang musim haji 2026, pengelola Masjidil Haram di Makkah melakukan pemeliharaan berkala pada Ka'bah. Dalam proses ini, kiswah tampak diangkat sebagian sehingga struktur batu Ka'bah terlihat dari bagian bawahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemeliharaan dimulai sejak Senin (6/4/2026) dan berjalan sekitar 20 hari. Mengacu pada keterangan otoritas terkait, perawatan meliputi pemolesan tembok Ka'bah, perawatan komponen logam, pemeriksaan kiswah, pembersihan, hingga pengecekan saluran air, atap, interior, serta mortar di antara batu granit penyusun Ka'bah.
Sejak awal proses, visual pemeliharaan hanya ditampilkan secara terbatas oleh otoritas resmi. Namun, sejumlah pengarsipan juga beredar dari jemaah umrah di Masjidil Haram. Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah, turut membagikan tiga foto Ka'bah nan tengah dalam perawatan melalui akun X pribadinya pada Sabtu (11/4/2026).
Meski pemeliharaan berlangsung, aktivitas ibadah tetap melangkah normal. Tawaf dan salat di area mataf tetap dilaksanakan seperti biasa, termasuk saat salat Jumat pada 10 April 2026, dengan kondisi kiswah nan terlihat terangkat sebagian.
Kapan Jadwal Penggantian Kiswah Ka'bah?
Kiswah merupakan kain penutup Ka'bah nan terbuat dari sutra berbobot tinggi dan dihiasi sulaman ayat-ayat Al-Qur'an menggunakan benang emas dan perak. Setiap tahun, kiswah lama diganti dengan nan baru dalam prosesi nan berjalan secara rutin.
Mengutip keterangan Kementerian Agama RI, sejak tahun 1444 Hijriah alias 2022 Masehi, penggantian kiswah dilakukan setiap 1 Muharam alias bertepatan dengan awal Tahun Baru Islam. Kebijakan ini diberlakukan atas perintah Raja Arab Saudi, Raja Salman, sejak 30 Juli 2022.
Sebelumnya, penggantian kiswah dilakukan setiap 9 Zulhijah, bertepatan dengan momen wukuf di Arafah saat puncak ibadah haji. Perubahan agenda ini menjadi bagian dari penyesuaian dalam pengelolaan prosesi tersebut.
Dilansir dari Saudi Press Agency, proses penggantian kiswah dimulai setelah salat Subuh dengan melepas kain lama, kemudian memasang kiswah baru secara berjenjang di setiap sisi Ka'bah oleh tim teknisi khusus.
Sejarah Tradisi Penggantian Kiswah Ka'bah
Merujuk laman resmi General Presidency for the Affairs of the Two Holy Mosques, pada awalnya kiswah dibuat dan dikirim dari Mesir. Namun sejak 1927, Arab Saudi mulai memproduksi kiswah sendiri, dan sejak 1962 proses pembuatannya dilakukan secara unik di Kompleks Raja Abdul Aziz di Makkah.
Tradisi ini telah berjalan sejak masa sebelum Islam dan terus bersambung hingga kini. Pada masa Nabi Muhammad SAW, kiswah pernah diganti menggunakan kain dari Yaman, kemudian diteruskan oleh para khalifah dan penguasa Muslim di beragam era.
Mengutip kitab Sejarah Ka'bah karya Ali Husni al-Kharbutli, pada masa awal kiswah berasal dari kain persembahan masyarakat sebagai corak penghormatan. Dalam catatan sejarah lain nan dilansir Arab News, penutup Ka'bah pada masa pra-Islam dilakukan oleh raja Yaman, Tubbaa Al-Humairi, dengan beragam jenis kain.
Tradisi penggantian kiswah tidak hanya menjadi bagian dari perawatan Ka'bah, tetapi juga mempunyai makna simbolis sebagai corak penghormatan dan pemuliaan. Momentum ini sekaligus menjadi penanda pergantian tahun baru Islam serta pengingat bakal nilai spiritual bagi umat Muslim di seluruh dunia.
(wia/imk)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·