Muktamar NU, Keponakan Gus Dur Sebut Kiai Imam Jazuli Siap Maju Ketum PBNU

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Muktamar NU, Keponakan Gus Dur Sebut Kiai Imam Jazuli Siap Maju Ketum PBNU

Kiai Irfan Asy'ary Sudirman Wahid alias Gus Ipang Wahid, (Foto: ist.)

JOMBANG — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Peta bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendadak menghangat pada Minggu (30/8/2026).

Tokoh penggerak NU nan juga cicit pendiri NU, Irfan Asy'ary Sudirman Wahid alias Gus Ipang Wahid, menyebut Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon, Kiai Imam Jazuli, menyatakan kesiapannya untuk dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipang, nan juga keponakan Gus Dur, setelah perbincangan intensif dan santuy di meja sarapan pagi ini berbareng Kiai Imam Jazuli.

"Kiai Imam Jazuli membikin pernyataan penting, beliau menyatakan siap dicalonkan menjadi ketua umum PBNU," kata Gus Ipang, dikutip Minggu (30/8/2026).

Gus Ipang menambahkan, pencalonan ini ada syaratnya jika memang muktamirin dari Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Wilayah (PW) serta Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) menghendaki.

"Ini bukan ambisi pribadi, melainkan sebuah panggilan sejarah untuk membawa NU melompat jauh ke depan," ujar Gus Ipang Wahid.

Sosok Kiai Imam Jazuli dinilai sebagai figur pengganti nan paling relevan untuk memimpin NU di abad kedua berasas empat argumen mendasar. Di antaranya, dia bisa meredam bentrok dan dinamika internal NU beberapa tahun terakhir lantaran tidak mempunyai beban masa lalu, serta dapat berkomunikasi lintas faksi.

Kesiapan Kiai Imam Jazuli bertepatan dengan perubahan krusial pada tata langkah dan sistem pencalonan Ketua Tanfidziyah PBNU.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com