MUI Minta Polemik Pernyataan JK Dihentikan Demi Menjaga Kerukunan Bangsa

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 21 April 2026 |13:25 WIB

MUI Minta Polemik Pernyataan JK Dihentikan Demi Menjaga Kerukunan Bangsa

Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Zainut Tauhid Sa’adi (foto: dok ist)

JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar polemik potongan pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) mengenai memori kolektif peristiwa Ambon dihentikan demi menjaga harmoni, dan kohesi sosial di tengah masyarakat sebagai corak refleksi kebangsaan.

"MUI menegaskan kembali bahwa sejatinya seluruh aliran kepercayaan berpijak pada nilai-nilai cinta kasih, persaudaraan, dan penghormatan setinggi-tingginya terhadap kemanusiaan. Dalam situasi apa pun, nilai-nilai luhur ini kudu tetap menjadi ruh utama dalam setiap narasi publik. Agama datang sebagai penyembuh dan perekat, bukan pemisah antarsesama anak bangsa," ungkap Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Zainut Tauhid Sa’adi, Selasa (21/4/2026).

Zainut mengungkapkan, MUI meyakini, sebagai tokoh bangsa nan mempunyai jasa besar dalam sejarah perdamaian Indonesia, pernyataan JK perlu dipahami dalam konteks sejarah nan utuh dan komprehensif, bukan sebagai upaya menghidupkan sentimen negatif. 

“Kami memandang pentingnya pelurusan konteks agar masyarakat tidak terjebak pada interpretasi nan menyimpang dari maksud aslinya,” katanya.

Lebih lanjut, Zainut menyebut MUI memandang sejarah perjalanan bangsa hendaknya diletakkan sebagai sumber kearifan (ibrah) untuk memperkuat fondasi kebangsaan. 

“Penting bagi kita semua untuk mengambil nilai-nilai hikmah dari setiap peristiwa masa lampau agar menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam merajut masa depan nan lebih selaras dan penuh persaudaraan,” bebernya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com